banner 728x250

Imbas Covid-19 dan PPKM, Amir Wartawan Bima Alih Profesi Jual Semangka

  • Bagikan

LENSA POS NTB, BIMA – Indonesia sudah mulai diuji dari berbagai macam sektor, salah satunya yaitu sektor ekonomi. Covid-19 menerjang perekonomian Indonesia sangat drastis. Banyak sektor perekonomian yang terganggu dan tidak bisa berjalan karena saling bergantung dengan lainnya.  Bahkan Tak bisa dipungkiri bahwa penurunan angka pertumbuhan perekonomian Indonesia lebih buruk dari pada krisis moneter tahun 1997.

Selain itu, dampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, juga berpotensi berimbas terhadap kegiatan dunia usaha dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Tak ketinggalan sosok Amir Reynald Pimpinan Media Buser Bima merasakan besarnya dampak Covid-19 dan PPKM Darurat untuk kelangsungan hidup dan pendapatan sehari-hari.

Jatuh bangun merintis sebuah usaha tentu sudah dilakoni Ayah dari 4 anak ini. Amir merasakan ketika dia pertahankan satu profesi untuk menopang kebutuhannya sehari-hari, tentu sangat sulit baginya di kala situasi Pandemi Covid-19 yang mendera Bangsa Indonesia.

“Saya saat ini jualan semangka Bang”! Begitulah awal percakapannya dengan saya pagi ini, saat Ia menjajakkan Semangka menggunakan Pick up. Alhamdulillah hasilnya lumayan untuk menopang kebutuhan anak-anak yang masih sekolah. Karena setelah meninggal Ibunya anak-anak beberapa tahun lalu, saya harus mengurus semua kebutuhan anak saya 4 orang, yakni 1 perempuan dan 3 laki-laki”, cerita Amir pagi ini, kamis (19/8/2021).

Amir menceritakan pengalaman hidupnya yang begitu susah dan pahit. Dikala Ia harus meninggalkan anak-anaknya bekerja ke Jakarta berbulan-bulan, hanya sekedar menjadi kuli bangunan untuk mencukupi kebutuhan anak-anak yang ditinggal bersama neneknya di Desa Maria Utara Kecamatan Wawo Kabupaten Bima.

Berawal dari kepahitan itu, Amir mencoba bangkit dengan membuka usaha pembuatan Batako kecil-kecilan, Al Hasil ternyata usaha tersebut cukup prospek, sehingga dengan modal terbatas Ia terus mencoba menggeluti usaha tersebut. “Alhamdulillah sekarang saya sudah bisa membeli mobil pick up, meski masih kredit”, ucapnya penuh semangat.

Pick Up yang baru dibelinya 1 bulan tersebut, dimanfaatkan oleh Amir untuk membeli semangka di sumbawa, dan dijual keliling di wilayah Wawo dan sekitarnya. Terkait profesinya sebagai seorang Jurnalis, Ia tidak merasa berat, karena baginya menulis berita dimanapun bisa dilakukan, yang terpenting sekarang saya harus ambil alih usaha yang lebih baik untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari dan demi masa depan anak-anak, ungkap Amir. (SUKUR)

  • Bagikan