banner 728x250

Senkom Mitra Polri Gandeng Polda NTB Gelar FGD

  • Bagikan

Lensa Pos NTB, Mataram – Guna mewujudkan situasi Kamtibmas yang kondusif di masa pandemi covid-19. Jajaran Senkom Mita Polri bersama Binmas Polda NTB, menggelar Focus Group Discussion (FGD).

Kegiatan yang dihelat di Hotel Montana Premier Senggigi Lombok Barat, Senin (11/10/2021). Dibuka resmi Dirbinmas Polda NTB, Kombes Pol Dessy Ismail, S.IK, dan diikuti jajaran kepolisian Polda NTB, dan 50 personil Senkom Mitra Polri dari 10 Kota/ Kabupaten se NTB.

FGD kali ini mengusung Tema ”Peran Senkom Mitra Polri Provinsi NTB Dalam Rangka Membantu Tugas Polri Guna Mewujudkan Situasi Kamtibmas Yang Kondusif di Tengah Pandemi Covid-19 di wilayah Nusa Tenggara Barat.”

Dirbinmas Polda NTB Kombes Pol Dessy Ismail,Sik dalam sambutannya menyampaikan, Senkom Mitra Polri yang terbentuk pada tanggal 1 Januari 2004 di Jakarta dan 8 Juli 2007 Terbentuknya di provinsi NTB, merupakan wadah bagi warga masyarakat untuk bersama-sama dengan Polri terlibat aktif dalam upaya pemeliharaan kamtibmas.

Hal tersebut ditindaklanjuti dengan Surat telegram Kapolri no.pol WT/526/V/2007 tanggal 7 Mei 2007 tentang petunjuk agar para Kapolda membina ormas Senkom menjadi Mitra Polri sehingga diharapkan berperan serta memecahkan permasalahan sosial yang berpotensi menjadi gangguan kamtibmas.

“Visi Senkom Mitra Polri adalah menjadi lembaga yang handal dan profesional dalam membantu pemerintah dan Polri mewujudkan keamanan dan ketertiban nasional melalui peningkatan kesadaran masyarakat.Misi Senkom Mitra Polri adalah membangun kesadaran serta memperluas peran masyarakat dalam ikut membantu pemerintah dan Polri guna menciptakan negara yang aman,tenteram dan damai serta terciptanya keamanan yang di wilayah NTB dengan mengedepankan protokol kesehatan Covid-19.” kata Dessy

Dalam kesempatan ini Dessy berharap, Senkom Mitra Polri bersama elemen bangsa lainnya,dan pemangku kepentingan terkait terus terlibat aktif dalam mendeteksi dan menangani berbagai permasalahan sosial dan potensi gangguan kamtibmas lainya. “Sehingga terpeliharanya persatuan dan kesatuan bangsa, terlebih lagi menjelang Pemilukada 2024,dengan demikian berbagai potensi gangguan dapat tertangani secara lebih dini.”Pungkasnya. (GETAR JAGAD/ LP-NTB)

  • Bagikan