banner 728x250

67 Siswa SDN 28 Melayu Kota Bima Ikuti Ujian Praktek

Kota Bima, Lensa Pos NTB – Sebanyak 67 siswa-siswi SDN 28 Melayu Kota Bima, pagi tadi, Senin (11/4/2022), melaksanakan ujian praktek di hari pertama, rencananya ujian praktek akan dilaksanakan selama 6 hari yakni tanggal 11 – 16 April 2022.

Kepala SDN 28 Melayu Kota Bima, Nurfatuh, S.Pd.SD menjelaskan, bahwa di hari pertama bidang studi Agama Islam, 67 siswa semuanya bisa melaksanakan ujian praktek dengan baik. Untuk ujian tulis, sambungnya akan dilaksanakan pada tanggal 18 – 23 April 2022 mendatang.

Nurfatuh menyebut, bahwa ujian tulis sekolah nanti anak-anak akan menggunakan sistem digitalisasi aplikasi google form, Alhamdulillah melalui uji coba beberapa kali, mereka sudah bisa dan terbiasa menggunakan aplikasi tersebut, sehingga kami optimis di ujian akhir sekolah mereka bisa mendapatkan nilai yang bagus, ungkapnya.

Episode pertama merdeka belajar yang diluncurkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, lanjut Nurfatuh, yakni dihapusnya ujian nasional dan diganti dengan ujian sekolah, sehingga sekolah sekarang memiliki otonomi sendiri.

Termasuk yang berkaitan dengan pelaksanaan ujian akhir sekolah tahun 2022, sekolah akan menyusun kepanitiaan dan merancang program ujian, menunjuk pengawas pemeriksaan, tim perumus dan perakit soal ditentukan oleh sekolah masing-masing, terang Nurfatuh.

Nurfatuh menambahkan, Selain mengatur pelaksanaan ujian, pembuatan soal dan sebagainya, otonomi sekolah pun juga mengatur tim perumus harus memaksimalkan potensi yang ada di sekolah tersebut, dan tidak mengambil potensi di sekolah lain.

Sebagai informasi bahwa SDN 28 Melayu Kota Bima merupakan sekolah Penggerak, bahkan di NTB sekolah penggerak hanya ada di Kabupaten Lombok Timur dan Kota Bima, Kota Bima sendiri ada 3 sekolah penggerak tingkat SD, yakni SDN 28 Melayu, SDN 5 Rabangodu dan SDIT Insan Kamil.

Nurfatuh juga menjelaskan, hanya sekolah penggerak yang melaksanakan kurikulum merdeka, target kami tetap memberikan hasil yang maksimal untuk anak-anak kami, dan Alhamdulillah setelah merger sekolah, murid telah bertambah menjadi 370 siswa dengan jumlah guru dan tenaga kependidikan 46 orang (PNS dan Non PNS), tutupnya. (LP.01)