banner 728x250
News  

Karya Nyata dan Prestasi Dikupas Wali Kota Bima Dihadapan IMKOBI Mataram

Kota Bima, Lensa Pos NTB – Walikota Bima, H. Muhammad Lutfi, SE melaksanakan silaturrahim dan halal bi halal bersama Ikatan Mahasiswa Kota Bima (IMKOBI) Mataram, di Surf Cafe Amahami Kota Bima, Jumat malam (6/5/2022). Moment ini sengaja dilaksanakan IMKOBI Mataram karena masih dalam suasana Hari Raya Idul Fitri 1443 H.

Pada moment yang cukup akrab ini, HML (sebutan Walikota), mengapresiasi inisiasi yang dilakukan IMKOBI Mataram, dan ini merupakan kali kedua acara yang sama dilakukan IMKOBI Mataram bersama Walikota Bima yakni tahun 2019.

Mengawali acara halal bi halal yang dilaksanakan dari pukul 20.00 sampai 23.00 wita, Ketua Umum IMKOBI Mataram, Amrul Tamam dalam sambutannya sangat bangga dengan sosok Wali Kota Bima yang menurutnya merupakan Walikota terbaik se Indonesia.

Selanjutnya Wali Kota Bima, H. Muhammad Lutfi, SE dalam sambutannya menyampaikan terima kasih dan rasa bangga atas kesemangatan mahasiswa IMKOBI Mataram yang menggelar acara halal bi halal, yang menurutnya sangat luar biasa di moment Idul Fitri 1443 H.

Mantan Anggota DPR RI 2 periode ini menyampaikan permohonan maaf hingga saat ini belum bisa membangun Sekretariat permanen untuk IMKOBI Mataram, dikarenakan kondisi keuangan, sementara hanya disediakan rumah singgah, itupun masih sewa, ujar Walikota secara jujur.

Pada kesempatan ini pula, Wali Kota H. Muhammad Lutfi membeberkan sederetan prestasi hasil karya nyata untuk masyarakat Kota Bima selama 3 tahun lebih Dirinya memimpin Kota Bima, antara lain, bahwa Pemerintah Kota Bima di tahun 2022 meraih predikat pembangunan terbaik di NTB, dinilai dari 7 sektor, baik tingkat pengangguran, tingkat pertumbuhan, inflasi, dan lain-lain. Secara logika tentu tidak mudah mengalahkan wilayah yang ada di pulau Lombok, namun inilah realita yang terjadi, ungkap HML.

Prestasi lain, lanjut HML, di Tingkat Nasional Kota Bima meraih Kota Terbaik no. 3 seluruh Indonesia dalam hal pelayanan publik yang dilakukan Lembaga Ombudsman, pelayanan publik itu dilakukan oleh Dinas Kesehatan, Pendidikan, Dukcapil dan Pelayanan  Terpadu. Artinya pelayanan publik ini tidak ada budaya sogok menyogok, perijinan dilakukan secara cepat, pelayanan masyarakat begitu cepat dan tepat.

Selain itu, Kota Bima menjadi satu-satunya Kota di NTB yang telah melaksanakan pendekatan pelayanan menggunakan smart city, ini tidak dimiliki kabupaten/kota di NTB, dan kita mendapat penghargaan di tingkat nasional sebagai kota yang meletakkan smart city didalam pelayanan publik, yang dilakukan MNC Group, karena tidak mudah dengan juri yang begitu ketat, kita ditanding dengan provinsi, dengan kementerian, alhamdulillah Kota Bima meraih yang pertama, artinya Kota Bima sudah sejajar dengan kota lain didalam meletakkan kota ini sudah berbasis digital, ungkap Wali Kota.

Yang perlu diketahui juga, lanjut Walikota, bahwa Kota Bima melayani masyarakat dengan sistim digital android, jadi seluruh RT bisa melaporkan kegiatan melalui HP masing-masing, keluh kesah setiap warga akan dikirim ke command center, dan command center akan mentransfer berita itu ke setiap dinas yang ada. Dinas yang ada akan memfollowup apa yang akan dikerjakan dan melaporkan kembali ke command center, selanjutnya command center akan melaporkan kembali ke RT, sehingga komunikasi 2 arah tetap berjalan. Jadi setiap aktifitas apapun yang membutuhkan pemerintah atau dinas, pemerintah wajib hadir didalamnya, ini berkat kita mengedepankan pelayanan masyarakat dan birokrasi berbasis teknologi informatika, urai HML.

Pelayanan lain sambung Wali Kota, bahwa Kota Bima hari ini telah menyediakan 6 titik CCTV, di area-area strategis dan potensi kerawanan, masyarakat dapat mempergunakan HP Android untuk mengakses dan memantau kondisi kemacetan dan titik rawan di Kota Bima. Dan di tahun 2023 seluruh persimpangan jalan di Kota Bima kita akan pasang CCTV, sehingga angka kriminalitas akan berkurang, karena setiap pencurian kendaraan bermotor atau kriminal lainnya bisa dipantau, ungkap Walikota.

Walikota HML juga membeberkan dengan keterbatasan anggaran kita mampu  membangun infrastruktur yang baik di bidang kesehatan, yakni membangun 4 Puskesmas yang representatif, dan mendirikan perpustakaan yang menurut saya tidak ada perpustakaan di NTB ini sebaik perpustakaan di Kota Bima, papar HML. Disamping itu juga perpustakaan ini akan dikombinasikan dengan Taman Ria, dimana taman ria ini akan menjadi taman literasi, kedepan kita akan menyediakan 600 ribu buku digital yang bisa diakses oleh seluruh masyarakat, rencananya taman ria akan dibenahi oleh bank dunia, sehingga taman itu menjadi sentra literasi, sentra budaya, aktifitas masyarakat yang mengarah ke edukasi.

Kedepan menurut H. Lutfi, Kota Bima mempunyai arah sebagai kota transid perdagangan, kota pendidikan dan kota pariwisata, Kota Bima memiliki kelebihan dibanding kota lain kita mempunyai teluk yang sangat exotic dimana kita gali didalamnya ada flora fauna yang mempunyai nilai jual untuk tourism, kita punya hampir 21 alat spot yang bisa digunakan untuk diving dan snokling, nanti bisa dilihat hasil videonya yang akan dipasang di Bandara, kenapa penting, biar turis yang akan menuju Huu dia akan singgah di Kota Bima, tidak langsung ke Huu, mudah-mudahan mereka bisa melaksanakan diving dan snokling di Teluk Bima. dan kita menyediakan kapal Banawa yang akan melabuh keliling Teluk Bima.

Insya alloh di tahun 2023 Pantai lawata dan pantai kolo akan kita tuntaskan pembangunannya, sehingga lawata dan kolo menjadi icon kota bima untuk tourism, menggeliatkan sektor ekonomi di Kota Bima untuk menjadi new enterpreneur, kota ini tanpa dukungan dan gerakan stakeholder dari masyarakat dan pelaku usaha tidak mungkin maju.

Apalagi 2023 kita memiliki kampus IAIN yang merupakan kampus negeri yang ada di Kota Bima, Ini babak awal bahwa kota bima akan menjadi kota pendidikan, dan mudah-mudahan para alumni IMKOBI Mataram nantinya diharapakan untuk menjadi dosen-dosen disana dikemudian hari, tutup Walikota Bima. (SUKUR)