Kantor Bahasa NTB Gelar Bimtek Guru Master Revitalisasi Bahasa Daerah

Lensa Pos NTB, Mataram – Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Guru Master dalam Rangka Revitalisasi Bahasa Daerah Provinsi NTB Tahun 2024. Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 5 hingga 8 Maret 2024 di Hotel Lombok Raya Mataram, dengan melibatkan 251 guru master dari seluruh NTB.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbudristek untuk mewujudkan Revitalisasi Bahasa Daerah yang berkelanjutan. Menurut data Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, saat ini terdapat 718 bahasa daerah di Indonesia, namun beberapa di antaranya menghadapi ancaman punah dan kondisi kritis.

Revitalisasi Bahasa Daerah menjadi fokus utama dalam kegiatan ini, sejalan dengan kebijakan pelestarian bahasa daerah yang ditegaskan oleh Kemendikbudristek melalui Episode 17 Merdeka Belajar. Salah satu penyebab bahasa daerah mengalami penurunan adalah kurangnya penutur asli yang mewariskan bahasa tersebut ke generasi berikutnya.

Mengomentari hal ini, Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, M. Abdul Khak, menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam melaksanakan kegiatan revitalisasi bahasa daerah. 

“Meskipun Badan Bahasa berperan sebagai pemacu, tapi tanggung jawab utama tetap ada pada pemerintah daerah,” tegasnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB, H. Aidy Furqan, menunjukkan dukungannya terhadap program pelestarian bahasa daerah. Aidy Furqan menekankan pentingnya melibatkan masyarakat, terutama anak-anak, dalam upaya melestarikan bahasa daerah melalui pendidikan formal.

Dalam laporannya, Kepala Kantor Bahasa Provinsi NTB, Puji Retno Hardiningtyas, menekankan implementasi Peraturan Daerah Provinsi NTB Nomor 5 Tahun 2020 tentang Pengembangan, Pembinaan, dan Pelindungan Bahasa dan Sastra Daerah. Hal ini sejalan dengan amanat Pasal 32 Ayat 2 UUD 1945 yang menegaskan pentingnya menjaga bahasa daerah sebagai kekayaan budaya nasional.

Kegiatan Bimtek Guru Master Revitalisasi Bahasa Daerah ini juga mengundang berbagai pemangku kepentingan, termasuk perwakilan pemerintah daerah, tokoh budaya, akademisi, dan lainnya. Hal ini menunjukkan komitmen bersama untuk melindungi dan melestarikan bahasa dan sastra daerah.

Peserta bimtek terdiri dari guru-guru dan pengawas dari berbagai jenjang pendidikan di 10 kabupaten/kota se-Provinsi Nusa Tenggara Barat. Mereka diberikan pengetahuan dan keterampilan untuk menjadi agen perubahan dalam melestarikan bahasa daerah dan mengimplementasikan kurikulum muatan lokal bahasa daerah.

Dengan berbagai upaya yang dilakukan, diharapkan bahasa daerah di NTB dapat terus berkembang dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kekayaan budaya Indonesia. (TIM)

Pos terkait

banner 468x60