Kota Bima, Lensa Pos NTB – Sejumlah tokoh gereja yang tergabung dalam Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia Daerah (PGID) menyoroti perkembangan toleransi antar umat beragama di Kota Bima yang dinilai semakin maju dan harmonis. Hal tersebut mengemuka dalam audiensi antara Penyelenggara Kristen Kementerian Agama Kota Bima bersama PGID Kota Bima yang digelar di Gereja GBI Rock Mande, Rabu (15/4).
Audiensi ini difasilitasi oleh Kasi Penyelenggara Kristen Kemenag Kota Bima, Meikel Andrianus Girsang, S.Th, bersama Penyuluh Agama Kristen Ronaldus Ano, S.Th dan menghadirkan sejumlah pimpinan gereja, di antaranya Pdt. Dr. Abraham Anselmus Sang, Pdt. Dimon Sianturi, S.Th, Pdt. Richard Defretes, S.Th, Pdt. Sekieli Daeli, M.Pd, Pdt. Simon Lubis, S.Th serta Pdt. Vitalis Jebaru, S.Th.
Dalam pertemuan tersebut, para tokoh gereja mengapresiasi adanya kemajuan dalam hubungan antar umat beragama di Kota Bima. Salah satu indikatornya adalah dukungan pemerintah yang memberikan ruang bagi umat Kristiani untuk melaksanakan kegiatan keagamaan, seperti perayaan Natal di ruang terbuka (fasilitas umum) serta pelaksanaan Paskah yang difasilitasi melalui kerja sama dengan Kodim 1608/Bima.
Para narasumber juga menekankan bahwa toleransi merupakan sikap menerima dan mensyukuri perbedaan, sebagaimana makna dari bahasa Latin tolerare. Nilai tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang rukun dan damai di tengah keberagaman.
Pengalaman dari daerah lain turut menjadi pembanding. Salah satu tokoh gereja menyampaikan bahwa di Kota Mataram, toleransi antar umat beragama telah terbangun kuat. Bahkan, perayaan hari besar keagamaan telah menjadi bagian dari agenda pemerintah daerah dengan dukungan penuh, baik dari segi fasilitas maupun kehadiran unsur pemerintah.
Selain itu, peran aktif umat Kristiani dalam kegiatan sosial juga menjadi bagian penting dalam memperkuat toleransi. Keterlibatan dalam kegiatan kemanusiaan seperti penanganan bencana melalui Tagana Rajawali serta penyuluhan bahaya narkoba di kalangan pelajar dilakukan tanpa memandang latar belakang agama.
Audiensi tersebut juga menegaskan pentingnya menjaga kasih dan persaudaraan antar sesama. Seluruh umat manusia dipandang sebagai ciptaan Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang, sehingga hidup rukun menjadi kewajiban bersama.
Pada kesempatan tersebut, PGID Kota Bima juga menyampaikan ucapan selamat Hari Ulang Tahun Kota Bima ke-24. Tokoh gereja berharap, di usia yang semakin matang, Kota Bima terus berkembang menjadi daerah yang maju, damai, serta menjadi contoh dalam menjaga toleransi dan kerukunan antar umat beragama.
Para tokoh agama turut mengimbau masyarakat untuk terus memelihara toleransi, menjauhi narkoba, serta memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan kondisi yang ada, toleransi di Kota Bima dinilai telah berjalan baik dan diharapkan terus dijaga serta ditingkatkan demi terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis dan saling menghargai.
(LP.NTB-01)
