Tes Wawancara Calon Kepala Sekolah di NTB Digelar Daring, 360 Peserta Ikut Seleksi

Mataram, Lensa Pos NTB – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui Bidang GTK-TK Dinas Dikpora menggelar tes wawancara bagi calon Kepala SMAN, SMKN, dan SLBN secara daring pada 13 hingga 23 April 2026.

Kegiatan ini diikuti sebanyak 360 peserta yang berasal dari 10 kabupaten/kota se-NTB. Seluruh peserta merupakan kandidat terpilih yang sebelumnya telah melewati tahapan seleksi administrasi dan Computer Assisted Test (CAT).

Pelaksanaan tes secara daring menjadi bagian dari adaptasi terhadap perkembangan teknologi, sekaligus untuk menjamin proses seleksi yang lebih efisien dan efektif tanpa mengurangi kualitas penilaian.

Dalam proses wawancara, panitia menghadirkan 9 orang tim pewawancara yang berasal dari berbagai latar belakang profesional, mulai dari unsur pendidikan, birokrasi, hingga praktisi. Keberagaman ini diharapkan mampu menghasilkan penilaian yang objektif, komprehensif, dan berkualitas.

Adapun sejumlah aspek yang menjadi fokus penilaian dalam tes wawancara ini meliputi kompetensi manajerial dan kepemimpinan, pemahaman terhadap visi misi daerah serta kebijakan pendidikan, kemampuan inovasi dan pemecahan masalah, hingga komitmen terhadap peningkatan mutu pendidikan.

Kepala Bidang GTK-TK Dinas Dikpora NTB, Muazzam, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam menjaring calon kepala sekolah yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki visi kepemimpinan yang kuat dan berintegritas.

“Dengan terselenggaranya seleksi ini, diharapkan akan terpilih pemimpin-pemimpin sekolah yang mampu membawa SMAN, SMKN, dan SLBN di NTB menjadi lebih unggul, adaptif, dan berdaya saing, baik di tingkat nasional maupun global, sehingga mampu mendorong NTB menjadi provinsi yang makmur mendunia,” ujarnya.

Ia menambahkan, proses seleksi yang dilakukan secara transparan dan profesional ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi NTB dalam meningkatkan kualitas tata kelola pendidikan, khususnya dalam menghadirkan kepala sekolah yang kompeten, inovatif, dan visioner.

Melalui tahapan seleksi yang ketat ini, diharapkan akan lahir pemimpin-pemimpin pendidikan yang mampu menjawab tantangan zaman serta membawa kemajuan nyata bagi dunia pendidikan di Nusa Tenggara Barat. (Tim)

Pos terkait