Kota Bima, Lensa Pos NTB – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bima turun langsung ambil bagian dalam kemeriahan Pawai Rimpu Mantika 2026, Sabtu (25/4/2026), dengan mengusung pesan kuat tentang harmoni antara nilai agama dan budaya lokal.
Keikutsertaan jajaran Kemenag Kota Bima dipimpin langsung oleh Kepala Kemenag Kota Bima, H. Mansyur, S.Ag., bersama Kasubag TU, Drs. H. Furqan Ar Roka. Kehadiran mereka bersama para pegawai menambah semarak “lautan rimpu” yang dipadati sekitar 85 ribu peserta di sepanjang jalan protokol Kota Bima.
Dengan mengenakan rimpu dan busana bernuansa khas Bima, rombongan Kemenag tampil kompak, rapi, dan penuh khidmat mengikuti rute pawai dari Paruga Nae Convention Hall hingga Lapangan Serasuba.
Partisipasi ini menjadi wujud nyata bahwa nilai-nilai keagamaan dan budaya dapat berjalan beriringan dalam kehidupan masyarakat. Kemenag Kota Bima hadir tidak hanya sebagai peserta, tetapi juga sebagai simbol penguat nilai moral dalam pelestarian budaya daerah.
Kepala Kemenag Kota Bima, H. Mansyur, S.Ag., menegaskan bahwa rimpu bukan sekadar tradisi, melainkan juga mencerminkan nilai kesopanan dan kehormatan yang sejalan dengan ajaran agama.
“Rimpu adalah bagian dari identitas budaya yang sarat dengan nilai kesopanan. Ini sejalan dengan ajaran agama yang mengajarkan tentang menjaga kehormatan dan etika dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan Kemenag dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya yang tetap berlandaskan nilai-nilai religius.
Pawai Rimpu Mantika 2026 menjadi momentum besar dalam memperkuat jati diri budaya Bima sekaligus mempererat kebersamaan lintas sektor. Kehadiran Kemenag Kota Bima menunjukkan bahwa harmoni antara agama dan budaya bukan hanya wacana, tetapi nyata diwujudkan dalam kehidupan masyarakat.
Dengan semangat tersebut, Kemenag Kota Bima menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, menjaga nilai-nilai spiritual sekaligus mendukung pelestarian budaya sebagai warisan leluhur. (Tim Lensa Pos NTB)
