Kota Bima, Lensa Pos NTB – Kepergian almarhum Ir. H. Indra Jaya Husain tidak hanya meninggalkan duka bagi keluarga dan kalangan pemerintahan, tetapi juga dirasakan mendalam oleh komunitas pecatur di Kota Bima, Kabupaten Bima bahkan Pecatur di NTB.
Di mata para pecatur, sosok almarhum bukanlah orang asing. Ia dikenal luas sebagai pecinta catur yang aktif, bahkan di tengah kesibukannya sebagai birokrat yang pernah menduduki sejumlah jabatan strategis di Pemerintah Kabupaten Bima. Kecintaannya terhadap olahraga ini membuatnya akrab dengan banyak pecatur lintas generasi.
Almarhum kerap terlihat di berbagai lapak catur di Kota dan Kabupaten Bima di luar jam dinas. Kehadirannya bukan sekadar bermain, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi dan berbagi keakraban dengan sesama pecatur.
Ketua Harian Percasi Kota Bima, Makruf, S.Pd, mengenang kedekatan almarhum dengan komunitas catur. Ia menceritakan, bahkan dalam kondisi sakit, almarhum masih menunjukkan semangatnya untuk bermain catur. “Sekitar 10 hari sebelum beliau wafat, saya bersama Abdul Syukur selaku Sekretaris Percasi Kota Bima diundang ke rumah beliau di Kelurahan Sarae untuk bermain catur bertiga, kalah keluar. Beliau terlihat sangat bahagia bisa bermain bersama kami,” ungkap Makruf.
Momen tersebut menjadi kenangan terakhir yang begitu berkesan bagi rekan-rekan pecatur. Semangat dan kecintaan almarhum terhadap catur dinilai sebagai cerminan jiwa yang hangat, bersahabat, dan penuh kebersamaan.Keluarga besar pecatur Kota Bima dan NTB pun menyampaikan duka cita yang mendalam atas kepergian almarhum.
“Kami keluarga besar pecatur Kota Bima khususnya dan NTB pada umumnya turut berduka cita. Semoga almarhum husnul khatimah, diampuni segala dosa-dosanya, dan mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, yakni surga firdaus,” ujar Makruf.
Kepergian Ir. H. Indra Jaya Husain meninggalkan jejak yang tak terlupakan, tidak hanya sebagai birokrat, tetapi juga sebagai sahabat dan bagian dari keluarga besar pecatur di Bima. (Tim Lensa Pos NTB)
