Rintihan Janda Miskin Gita Nurmala, Terancam Kehilangan Tempat Tinggal karena Tak Mampu Bayar Sewa Rumah BTN Kedo Milik Pemkot Bima

Kota Bima, Lensa Pos NTB – Di balik biaya sewa rumah yang hanya Rp150 ribu per bulan, tersimpan kisah pilu yang dialami Gita Nurmala, seorang janda kurang mampu di Kota Bima.

Bersama putrinya, Santi (12) yang baru saja naik ke kelas VI SDN 12 Kota Bima, Gita mengaku kini tidak lagi memiliki tempat tinggal setelah diminta mengosongkan rumah di kawasan BTN Kedo Jatiwangi yang dikelola Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Bima, karena tidak mampu membayar biaya sewa.

Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, Gita bersama putrinya hanya mengandalkan penghasilan dari berjualan kerupuk dan nasi titipan milik orang lain. Penghasilannya tidak menentu dan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.

Meski biaya sewa rumah hanya Rp150 ribu per bulan, bagi Gita jumlah tersebut merupakan beban yang sangat berat. Kondisi ekonomi yang serba sulit membuatnya tidak mampu memenuhi kewajiban membayar sewa.

Yang lebih memprihatinkan, Gita mengaku kini terpaksa bermalam bersama putrinya dengan beralaskan tikar di lokasi tempat mereka berjualan di sebelah utara Museum Asi Mbojo, karena tidak lagi memiliki rumah untuk ditempati.”Saya bukan tidak mau membayar sewa. Saya memang belum mampu.

Sekarang saya hanya ingin anak saya tetap bisa sekolah. Kami terpaksa tidur di tempat jualan dengan beralaskan tikar karena sudah tidak punya tempat tinggal,” ujar Gita dengan mata berkaca-kaca.

Di tengah kondisi yang serba terbatas, Santi tetap berusaha menjalani aktivitasnya sebagai pelajar dan bersiap memasuki kelas VI di SDN 12 Kota Bima. Gita berharap kondisi yang dialaminya tidak mengganggu pendidikan putrinya.

Gita berharap Pemerintah Kota Bima melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Bima dapat memberikan kebijakan yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, baik berupa keringanan, penjadwalan pembayaran, maupun solusi lain agar dirinya bersama sang anak memiliki kembali tempat tinggal yang layak.

Kisah Gita menjadi potret masih adanya warga yang hidup dalam keterbatasan ekonomi. Di satu sisi, pengelolaan aset daerah harus berjalan sesuai ketentuan, namun di sisi lain diharapkan ada solusi yang mempertimbangkan aspek kemanusiaan, terlebih menyangkut seorang ibu dan anak yang masih berstatus pelajar.

Hingga berita ini diterbitkan, Lensa Pos NTB masih berupaya mengonfirmasi Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Bima terkait kebijakan pengelolaan rumah sewa di BTN Kedo Jatiwangi serta kondisi yang disampaikan Gita Nurmala. Redaksi membuka ruang hak jawab kepada pihak terkait sebagai bentuk pemberitaan yang berimbang sesuai Kode Etik Jurnalistik. (Tim Lensa Pos NTB)

Pos terkait