34 Guru Ramaikan Lomba Catur dalam Rangka HUT PGRI ke-81 Tingkat Kota Bima

Kota Bima, Lensa Pos NTB – Sebanyak 34 guru di Kota Bima turut meramaikan lomba catur dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-81. Kegiatan tersebut berlangsung di Sekretariat PGRI Kota Bima, Minggu (14/9/2026).

Pertandingan catur ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam memeriahkan HUT PGRI ke-81, sekaligus menjadi ajang silaturahmi bagi para guru. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat mengasah konsentrasi, kecerdasan, serta kemampuan berpikir strategis para peserta.

Dalam pelaksanaannya, pertandingan menggunakan format catur standar atau catur klasik dengan sistem Swiss 7 babak. Sistem ini memungkinkan para peserta bertanding sebanyak tujuh babak dengan lawan yang ditentukan berdasarkan hasil pertandingan pada babak sebelumnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Percasi Kota Bima, Abdul Syukur, ST. Sementara jalannya pertandingan ditangani oleh Anhar Alamanda, SH, selaku wasit pairing dan wasit Percasi.

Panitia lomba, Saiful Bahri, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas antusiasme para guru yang mengikuti pertandingan. Menurutnya, keikutsertaan 34 guru menunjukkan bahwa olahraga catur mendapat perhatian dan minat yang cukup baik di kalangan pendidik.

Sementara itu, Sri Rahayu, S.Pd.,selaku Ketua Panitia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT PGRI ke-81. Menurutnya, berbagai kegiatan yang dilaksanakan diharapkan dapat mempererat hubungan antarguru sekaligus memberikan kesempatan kepada para pendidik untuk menyalurkan bakat dan minat di luar kegiatan pembelajaran.

“Kami sangat mengapresiasi antusiasme para guru yang ikut ambil bagian dalam lomba ini. Selain untuk memeriahkan HUT PGRI ke-81, kegiatan ini menjadi wadah silaturahmi sekaligus memberikan ruang bagi para guru untuk mengembangkan minat dan kemampuan di bidang olahraga catur,” ujar Syaiful.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat berlangsung dengan lancar hingga babak terakhir serta tetap menjunjung tinggi sportivitas. Menurutnya, menang dan kalah merupakan bagian dari pertandingan, sementara nilai utama yang ingin dibangun adalah kebersamaan dan persaudaraan.

Pertandingan berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Para peserta terlihat serius menyusun strategi dan memperhitungkan setiap langkah di atas papan catur, namun tetap menjaga suasana kekeluargaan.Melalui lomba catur ini, peringatan HUT PGRI ke-81 diharapkan tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang perjuangan organisasi guru, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi, membangun kebersamaan, serta meningkatkan semangat sportivitas di kalangan guru Kota Bima. (Editor: Abdul Syukur, ST)

Pos terkait