BIMA, LENSA POS NTB — Menggerakkan ekonomi rakyat tidak selalu harus dimulai dari ruang rapat. Terkadang, langkah nyata justru hadir di tengah keramaian masyarakat, ketika pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) diberi ruang untuk tumbuh, berjualan, dan menjangkau lebih banyak pembeli. Semangat inilah yang mewarnai kegiatan Car Free Day (CFD) di ruas Jalan Talabiu–Dore, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, Minggu (11/10/2026), yang mendapat dukungan dari jajaran pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bima.
Kegiatan car free day yang digagas oleh Camat Woha, Irfan, S.Sos., tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk beraktivitas sekaligus membuka peluang ekonomi bagi para pelaku UMKM lokal. Kehadiran CFD diharapkan tidak sekadar menjadi tempat berolahraga dan berkumpul, tetapi juga menjadi wadah strategis untuk mempertemukan pedagang dengan konsumen serta menghidupkan perputaran ekonomi masyarakat di wilayah Woha.
Dukungan BAZNAS Kabupaten Bima terhadap kegiatan ini mencerminkan pentingnya sinergi antara lembaga pengelola zakat dan pemerintah kecamatan dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat. UMKM merupakan salah satu sektor yang dekat dengan kehidupan rakyat, mulai dari usaha kuliner, makanan tradisional, hingga berbagai produk lokal yang memiliki potensi untuk berkembang apabila mendapatkan ruang promosi dan pasar yang memadai.
Jajaran pimpinan BAZNAS Kabupaten Bima saat ini dipimpin Drs. A. Zubair H. AR sebagai Ketua, didampingi H. Hamid, S.H. sebagai Wakil Ketua I, Ahmadin, S.H., LLM. sebagai Wakil Ketua II, Drs. H. Fahrir sebagai Wakil Ketua III, serta Wahidin, S.HI. sebagai Wakil Ketua IV. Dukungan terhadap kegiatan masyarakat seperti CFD menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor, terutama dalam mendorong pemberdayaan ekonomi umat yang berkelanjutan.Lebih dari sekadar kegiatan mingguan, CFD Talabiu–Dore diharapkan menjadi awal tumbuhnya ruang ekonomi rakyat yang semakin produktif.
Dengan gagasan Camat Woha dan dukungan berbagai pihak, termasuk BAZNAS Kabupaten Bima, kegiatan ini berpotensi menjadi wadah promosi UMKM sekaligus mempererat hubungan sosial masyarakat. Sebab, ketika pelaku usaha lokal mendapatkan ruang untuk berkembang, yang bergerak bukan hanya aktivitas perdagangan, tetapi juga harapan bagi tumbuhnya ekonomi masyarakat Kabupaten Bima. (Editor: Abdul Syukur, ST)
