Tegas! Dandim 1608/Bima Pastikan Penerimaan Calon Bintara TNI Gratis, Jangan Percaya Calo

BIMA, LENSA POS NTB – Komandan Kodim (Dandim) 1608/Bima, Letkol Arh. Samuel Asdianto Limbongan, S.Kom., M.Sc., menegaskan bahwa proses penerimaan calon Bintara TNI Angkatan Darat (TNI AD) tidak dipungut biaya alias gratis. Penegasan ini menjadi pesan penting bagi generasi muda di wilayah Bima yang bercita-cita menjadi prajurit TNI agar tidak mudah tergiur oleh tawaran pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan melalui jalur tidak resmi.

Dalam kegiatan coffee evening bersama awak media, Jumat (16/10/2026), Dandim menekankan bahwa kesempatan menjadi prajurit TNI harus dimanfaatkan dengan persiapan yang matang, kedisiplinan, serta kemampuan diri sendiri. Para calon peserta diharapkan mengikuti seluruh tahapan seleksi sesuai ketentuan yang berlaku tanpa menggunakan jasa calo atau memberikan sejumlah uang kepada pihak yang mengaku dapat membantu meluluskan peserta.

Menurutnya, praktik percaloan dalam proses penerimaan prajurit harus diwaspadai karena dapat merugikan calon peserta maupun keluarganya. Masyarakat diminta tidak mudah percaya terhadap oknum yang mengatasnamakan institusi TNI dan menjanjikan kelulusan dengan imbalan uang. Kelulusan harus diperjuangkan melalui kemampuan dan hasil seleksi, bukan karena membayar pihak tertentu.

Dandim juga mendorong generasi muda Bima untuk mempersiapkan diri sejak dini, baik dari aspek kesehatan, kebugaran jasmani, pengetahuan, administrasi, maupun mental. Selain itu, calon peserta dan orang tua diimbau mencari informasi melalui jalur resmi agar memahami persyaratan serta mekanisme penerimaan calon prajurit TNI AD secara benar. Informasi penerimaan juga dapat diperoleh melalui Kodim 1608/Bima.

Melalui penegasan tersebut, Kodim 1608/Bima diharapkan dapat membantu memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat sekaligus membuka ruang bagi putra-putri terbaik Bima yang ingin mengabdikan diri kepada bangsa dan negara. Pesan utamanya jelas: penerimaan calon Bintara TNI gratis, jangan percaya calo, dan jangan pernah membayar demi janji kelulusan. (Editor: Abdul Syukur, ST)

Pos terkait