Kota Bima, Lensa Pos NTB — Kapoksi VIII DPR RI Fraksi PKB, Hj. Mahdalena, S.S., M.M., menggandeng STIT Sunan Giri Bima untuk menggelar kegiatan bertema “Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dan AI Ethics untuk Transformasi Pembelajaran, Penelitian dan Tata Kelola PTKI.”
Kegiatan yang diikuti 350 peserta ini menjadi bagian dari upaya memperluas pemahaman mengenai pemanfaatan kecerdasan buatan secara bijak dan beretika dalam dunia pendidikan tinggi keagamaan Islam.
Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari Ketua STIT Sunan Giri Bima, Irwan Supriadin, J.M., S.Sos.I., yang menyambut baik kolaborasi tersebut sebagai momentum untuk memperluas wawasan akademisi dalam menghadapi perkembangan teknologi digital. Sambutan positif juga disampaikan Wakil Dekan I Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Mataram, Dr. Erwin Fadli, M.Hum., yang turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, Hj. Mahdalena menekankan pentingnya pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung peningkatan kualitas pembelajaran, penelitian, dan tata kelola perguruan tinggi. Menurut gagasan yang diusung dalam kegiatan ini, perkembangan teknologi perlu disikapi secara terbuka agar mampu memberikan manfaat nyata bagi dunia pendidikan, sekaligus mempersiapkan sumber daya manusia yang adaptif terhadap perubahan zaman.
Namun, pemanfaatan AI tidak cukup hanya berorientasi pada kemudahan dan kecepatan. Aspek etika, kejujuran akademik, keakuratan informasi, perlindungan data pribadi, serta tanggung jawab pengguna harus menjadi perhatian utama. AI semestinya menjadi alat bantu untuk memperkuat kreativitas dan kemampuan berpikir kritis, bukan menggantikan peran manusia dalam proses pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan.
Melalui kolaborasi Hj. Mahdalena dengan STIT Sunan Giri Bima dan partisipasi 350 peserta, kegiatan ini diharapkan memperkuat kesiapan lingkungan perguruan tinggi keagamaan Islam dalam menghadapi transformasi digital. Pemanfaatan teknologi yang disertai etika diharapkan mampu mendorong PTKI semakin inovatif, berkualitas, dan kompetitif tanpa meninggalkan integritas akademik serta nilai-nilai moral. (Editor: Abdul Syukur, ST)
