KOTA BIMA, LENSA POS NTB — Di balik hiruk-pikuk kehidupan Kota Bima, masih ada warga yang menjalani hari dengan segala keterbatasan. Ada keluarga yang harus berpikir keras untuk memenuhi kebutuhan makan, ada rumah yang jauh dari kata layak, dan ada harapan sederhana yang terkadang sulit diwujudkan: hidup lebih tenang tanpa dihantui kekurangan.
Di tengah kenyataan itu, kehadiran Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bima menjadi salah satu jalan untuk menghadirkan harapan. Melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), BAZNAS berupaya menjangkau masyarakat yang membutuhkan, bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi juga menghadirkan kepedulian dan meringankan beban kehidupan mereka.
Bantuan sembako menjadi salah satu bentuk kepedulian yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Bagi sebagian keluarga, paket kebutuhan pokok mungkin terlihat sederhana. Namun, bagi mereka yang sedang kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari, bantuan itu memiliki arti besar. Ada beban belanja yang sedikit berkurang, ada kebutuhan dapur yang kembali terpenuhi, dan ada perasaan bahwa mereka tidak menghadapi kesulitan seorang diri.
Kepedulian itu juga diwujudkan melalui program pembangunan dan pendampingan rumah layak huni. Sebab, kemiskinan bukan hanya tentang sulitnya memperoleh penghasilan, tetapi juga tentang keterbatasan memiliki tempat tinggal yang aman dan nyaman. Rumah yang sebelumnya membutuhkan banyak perbaikan diharapkan dapat menjadi tempat berteduh yang lebih layak bagi keluarga, tempat anak-anak tumbuh, dan tempat orang tua menjalani hari dengan lebih tenang.
Ketua BAZNAS Kota Bima, H. A. Latif, S.Pd.I, bersama jajaran pelaksana terus mendorong agar dana ZIS dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang berhak menerimanya. Melalui berbagai bentuk bantuan sosial dan program pemberdayaan, zakat diharapkan tidak berhenti sebagai kewajiban ibadah, tetapi menjadi kekuatan sosial yang membantu mengangkat martabat sesama.
Namun, potret kemiskinan tidak bisa diselesaikan hanya dengan satu paket sembako atau satu unit rumah. Dibutuhkan kepedulian yang berkelanjutan, ketepatan sasaran, sinergi pemerintah, lembaga sosial, para muzaki, dan masyarakat luas. Bantuan kebutuhan pokok dapat meringankan beban hari ini, sedangkan pemberdayaan ekonomi dan dukungan yang berkesinambungan menjadi bagian penting untuk membuka jalan menuju kehidupan yang lebih mandiri.
Sebab, di balik setiap bantuan, ada harapan yang sedang diperjuangkan. Di balik setiap rumah yang diperbaiki, ada keluarga yang mendambakan kehidupan lebih baik. Dan di balik setiap rupiah zakat yang ditunaikan, ada kesempatan untuk menghadirkan kebahagiaan bagi mereka yang selama ini berjuang dalam keterbatasan.
BAZNAS Kota Bima hadir sebagai bagian dari ikhtiar tersebut. Ikhtiar bahwa tidak boleh ada warga yang merasa dilupakan, bahwa kesulitan sesama adalah panggilan untuk peduli, dan bahwa zakat bukan sekadar angka yang terkumpul, melainkan amanah yang harus kembali kepada mereka yang membutuhkan.
Pada akhirnya, ukuran kepedulian bukan hanya seberapa besar bantuan yang diberikan, tetapi seberapa besar manfaat yang dirasakan oleh penerimanya. Karena bagi mereka yang sedang berjuang melawan kemiskinan, bantuan yang tepat bukan hanya meringankan beban, tetapi juga menyalakan kembali harapan bahwa hari esok masih bisa lebih baik. (Editor: Abdul Syukur, ST)
