Lensa Pos NTB, Tomohon – Perjalanan karier Indra Sukma, S.H., M.M. di dunia pemasyarakatan terus menunjukkan tren peningkatan yang signifikan. Sosok yang dikenal luas sebagai mantan Kepala Rumah Tahanan Negara (Karutan) kelas IIB Raba ini kini kembali mencatatkan capaian penting dengan dipercaya memimpin Lembaga Pemasyarakatan Khusus Kelas IIB Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Jejak promosi Indra Sukma terbilang konsisten dan berjenjang. Dari posisinya sebagai Karutan Raba, ia kemudian mendapat kepercayaan memimpin Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Tomohon. Di lembaga tersebut, ia dikenal aktif mendorong pembinaan yang lebih humanis serta memperkuat tata kelola kelembagaan.
Pengalaman memimpin di dua satuan kerja berbeda itu menjadi bekal penting dalam mengemban amanah baru di Lapas Khusus Sentul Bogor. Jabatan ini dinilai sebagai posisi strategis yang menuntut kapasitas manajerial, integritas, serta pengalaman lapangan yang matang.
Lapas Khusus Kelas IIB Sentul sendiri merupakan salah satu unit pemasyarakatan strategis di wilayah penyangga ibu kota. Dengan karakter pengelolaan yang lebih spesifik serta tingkat pengawasan yang tinggi, lembaga ini menjadi bagian penting dalam sistem pembinaan warga binaan di Indonesia. Karena itu, posisi kepala lapas di tempat tersebut dipandang sebagai jabatan yang sarat tanggung jawab sekaligus kepercayaan besar dari institusi.
Perpindahan Indra Sukma ke Sentul sekaligus menandai babak baru dalam perjalanan kariernya. Promosi ini tidak hanya menjadi bentuk kepercayaan institusi, tetapi juga refleksi atas kinerja dan dedikasi yang telah ditunjukkan selama ini di setiap penugasan.
Sementara itu, posisi Kepala LPKA Kelas II Tomohon kini resmi diemban oleh Novian Endus Santoso, A.Md.IP., S.H., M.H. sebagai pejabat definitif yang menggantikan Indra Sukma. Kehadirannya diharapkan dapat melanjutkan program pembinaan yang telah berjalan serta membawa inovasi baru bagi lembaga tersebut.
Dengan pengalaman yang dimiliki, Indra Sukma diharapkan mampu membawa peningkatan kinerja di Lapas Khusus Sentul Bogor, sekaligus memperkuat peran lembaga pemasyarakatan dalam pembinaan warga binaan secara profesional dan berintegritas.Langkah karier yang terus menanjak ini menjadi bukti bahwa dedikasi, konsistensi, dan kepemimpinan yang kuat akan selalu berbanding lurus dengan kepercayaan yang diberikan oleh institusi. (Tim Lensa Pos NTB)
