Jakarta, Lensa Pos NTB – Setiap April, nama R.A. Kartini kembali mengingatkan kita bahwa perjuangan perempuan tidak pernah berhenti. Ia tidak hanya berbicara tentang kesetaraan, tetapi juga tentang keberanian untuk mandiri, mengambil keputusan, dan membawa perubahan bagi kehidupan yang lebih baik.
Semangat itu kini hadir dalam berbagai wajah perempuan Indonesia, termasuk mereka yang bangkit di tengah ujian hidup. Di sinilah Jasa Raharja mengambil peran. Tidak hanya sebagai penyedia perlindungan dasar bagi korban kecelakaan lalu lintas, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem yang mendorong pemberdayaan perempuan.
Kecelakaan tidak hanya berdampak pada korban. Banyak perempuan harus menjadi tulang punggung keluarga setelah kehilangan suami.Data menunjukkan, korban kecelakaan lalu lintas didominasi oleh laki-laki usia produktif.
Kondisi ini membuat perubahan drastis dalam struktur ekonomi keluarga. Perempuan sebagai pengelola rumah tangga, tiba-tiba harus berdiri sendiri, mengambil alih peran sebagai pencari nafkah.
Dalam situasi seperti ini, kehadiran negara melalui perlindungan dan pendampingan menjadi sangat penting.Melalui layanan santunan yang cepat, transparan, dan terintegrasi, Jasa Raharja memastikan hak ahli waris terpenuhi. Namun, langkah tersebut tidak berhenti di sana.
Perusahaan juga menghadirkan berbagai program pemberdayaan untuk mendorong kemandirian ekonomi, khususnya bagi para perempuan yang menjadi ahli waris korban kecelakaan. (TIM)
