Bima, Lensa Pos NTB — Aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Woha bergerak cepat mengungkap kasus pembacokan maut yang terjadi di areal persawahan Dusun Nggaro, Desa Pandai, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, Minggu (10/5/2026) sore.
Kurang dari satu jam setelah kejadian, dua terduga pelaku yang merupakan kakak beradik berhasil diringkus aparat kepolisian. Korban diketahui berinisial SD (39), warga Desa Pandai. Ia meninggal dunia setelah mengalami luka bacok serius akibat serangan senjata tajam.
Kapolsek Woha AKP Muhtar mengatakan, peristiwa berdarah tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 WITA. Usai menerima laporan warga, personel Polsek Woha langsung menuju lokasi kejadian dan melakukan pengejaran terhadap para terduga pelaku.“Pada pukul 16.50 WITA kedua terduga pelaku berhasil diamankan tanpa perlawanan,” ujar AKP Muhtar.
Dua terduga pelaku yang diamankan masing-masing berinisial AN (21) dan F (18). Keduanya merupakan warga Desa Pandai dan memiliki hubungan kakak beradik.Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, insiden itu diduga dipicu kesalahpahaman antara korban dan salah satu pelaku saat berpapasan di depan rumah pelaku.
Adu mulut sempat terjadi sebelum korban meninggalkan lokasi menuju areal persawahan miliknya.Tak lama berselang, kedua terduga pelaku diduga menyusul korban sambil membawa sebilah parang. Pertengkaran kembali terjadi di tengah persawahan hingga berujung aksi penganiayaan.F diduga membacok korban pada bagian perut kiri hingga terjatuh.
Sementara AN disebut turut melakukan penganiayaan. Korban kembali mendapat sabetan parang sebelum akhirnya tersungkur bersimbah darah.Warga yang mengetahui kejadian itu segera melapor ke polisi. Petugas bersama warga kemudian mengevakuasi korban ke Puskesmas Woha. Namun nyawa korban tidak berhasil diselamatkan akibat luka yang dideritanya.
Kapolres Bima AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar melalui Kasat Reskrim AKP Abdul Malik membenarkan penangkapan kedua terduga pelaku tersebut.Polisi juga mengamankan barang bukti berupa sebilah parang yang diduga digunakan dalam aksi pembacokan maut itu.“Motif sementara diduga karena kesalahpahaman yang memicu pertengkaran hingga berujung penganiayaan,” kata AKP Abdul Malik.
Saat ini kedua terduga pelaku telah diamankan di Mapolres Bima untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi memastikan situasi kamtibmas di wilayah Desa Pandai tetap kondusif pascakejadian. (Tim)
