Kualitas Pendidikan NTB Memprihatinkan

Oleh: Andi Fardian, M.A – Pengamat Literasi dan Pendidikan NTB

Lensa Pos NTB, OPINI – Berdasarkan nilai total rerata TKA SD dan SMP pada tahun 2026, NTB masing-masing berada di peringkat 24 dan 29 dari 39 provinsi dan sekolah Indonesia luar negeri.

Di tingkat SD, NTB memiliki total rerata 94,52, dengan rerata nilai Bahasa Indonesia hanya 54,76 dan Matematika hanya 39,76. Di tingkat SMP, total reratanya 91,28, dengan rerata Bahasa Indonesia 54,03 dan Matematika sebesar 37,18. Ini jauh di bawah total rerata nasional. Bahkan jauh di bawah Bali, tetangga kita yang masuk enam besar nasional.

Dengan jujur, kalau melihat data ini, kualitas pendidikan NTB memprihatinkan. Bagi mereka yang tidak cerdas, akan cepat-cepat marah ketika disebut kualitasnya memprihatinkan. Tapi, bagi mereka yang cerdas, kata “memprihatinkan” ini akan menjadi bahan evaluasi.

Apa yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi NTB dan pemerintah kabupaten dan kota di NTB, sehingga kualitas pendidikan SD dan SMP yang seperti ini? Saya yakin SMA juga tidak jauh beda kualitasnya.

Ini harus menjadi bahan evaluasi bersama. Saya punya beberapa teman yang berada di dekat gubernur yang bergelar master dan doktor. Kalian memberi saran apa pada gubernur? Kalian harus kritis. Jangan iya-iya saja kalian.

Mengapa kualitas pendidikan NTB bisa memprihatinkan seperti ini? Kalian harus punya ide dan gagasan yang jelas. Jangan beralibi, ini gubernur masih setahun jabatannya. Sejak zaman TGB dan Dr. Zul pun kualitas pendidikan SD, SMP, dan SMA sama saja dengan sekarang. Kalian jangan banyak memuji. Informasi harus disampaikan dengan baik dan apa adanya. Kurang-kurangi melakukan hal-hal seremonial.

Dinas Pendidikan provinsi dan kabupaten dan kota, apakah punya visi yang jelas untuk membangun kualitas pendidikan di NTB?

Jangan-jangan setelah membaca tulisan ini, Anda sekalian akan berdalih jika SD dan SMP bukan wewenang provinsi, melainkan kabupaten dan kota. Saling lempar batulah kalian itu. SMA di NTB juga kualitasnya sebelas duabelas dengan SD dan SMP-nya.

Ayolah, masak mau begini terus? Bukankah Anda sekalian cukup sering datang studi banding atau studi tiru ke Jawa? Apa yang Anda bandingkan atau tiru? Jangan sekadar jalan-jalan.

Menurut Anda, bisakah NTB mendunia dengan kualitas pendidikan yang seperti ini? Kira-kira mendunianya dengan cara apa kalau kualitas pendidikannya seperti ini?

Saya berharap orang tua saya, guru, dan dosen saya yang kebetulan sekarang sedang berada di pemerintahan berani kritis seperti ini. Tapi mustahil mereka akan bicara lugas dan kritis seperti saya. Nanti mereka takut ditegur dan dipanggil atasan mereka.

Ayo, jadikan realitas dan kritik ini sebagai bahan untuk mengevaluasi diri dan kerja kolektif. Alih-alih merasa bahwa tulisan ini terlalu ofensif. Tidak ada cara lain, selain kita yang harus bekerja keras dan mengubah diri. Ayolah, masak kualitas pendidikan NTB begini-begini terus. Ubahlah etos kerja. Perbanyaklah inovasi dan kreativitas. Tanpa itu juga, perkembangan dan perubahan tidak akan mudah dicapai. Selamat berupaya. (**)

Pos terkait