Kota Bima, Lensa Pos NTB – Gelombang perjuangan pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa (PPS) kembali menguat. Ditandai dengan terpasangnya berbagai spanduk tuntutan dan perlawanan di sejumlah wilayah strategis Pulau Sumbawa, ribuan massa dari berbagai elemen masyarakat kini bersiap menggelar aksi serentak besar pada 2 Juni 2026.
Aksi yang digagas Aliansi Persatuan Pulau Sumbawa (PPS) tersebut akan berlangsung secara bersamaan di Kabupaten Sumbawa, Dompu, Kabupaten Bima, dan Kota Bima. Massa aksi menuntut pemerintah pusat, khususnya Kementerian Dalam Negeri, segera melakukan uji publik sebagai tahapan penting menuju pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Pulau Sumbawa.
Dalam surat pemberitahuan yang disampaikan kepada Polres Bima Kota, aksi ini mengusung tema “Spanduk Perlawanan Telah Terkibar – 2 Juni Momentum Besar Tuntut Kemendagri Segera Uji Publik untuk Otda Pemekaran Pulau Sumbawa.”Di Kota Bima, aksi dipusatkan di depan SPBU Pertamina dengan estimasi peserta mencapai 500 orang.
Sementara di daerah lain, massa akan bergerak di sejumlah titik strategis seperti Poto Tano dan Nyumon di Kabupaten Sumbawa, Perempatan Cabang dan Banggo di Dompu, serta Perempatan Lampu Merah Talabiu dan Bandara Sultan Muhammad Salahuddin di Kabupaten Bima.
Presidium Aliansi PPS menilai terpasangnya spanduk-spanduk perjuangan di berbagai wilayah merupakan simbol menguatnya aspirasi masyarakat yang menginginkan percepatan pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa.
Aspirasi tersebut dinilai telah lama diperjuangkan dan terus mendapatkan dukungan luas dari berbagai elemen masyarakat.Meski mengusung semangat perjuangan yang kuat, penyelenggara menegaskan aksi akan dilaksanakan secara damai, tertib, santun, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum.
Aksi serentak 2 Juni mendatang dipandang sebagai momentum penting untuk menunjukkan kesatuan sikap masyarakat Pulau Sumbawa dalam memperjuangkan aspirasi pemekaran. Massa berharap pemerintah pusat dapat memberikan perhatian serius terhadap tuntutan yang selama ini terus disuarakan oleh masyarakat di wilayah tersebut.
Dengan ribuan massa yang diperkirakan turun di berbagai titik strategis, aksi ini diprediksi menjadi salah satu konsolidasi terbesar gerakan perjuangan Provinsi Pulau Sumbawa dalam beberapa tahun terakhir. (Tim)
