Kemenag dan FKUB Gelar Bimtek EWS SIRUKUN untuk Perkuat Kerukunan Umat Beragama

Kota Bima, Lensa Pos NTB – Kementerian Agama Republik Indonesia bekerja sama dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Early Warning System (EWS) SIRUKUN secara daring sebagai upaya memperkuat sistem deteksi dini dalam menjaga kerukunan umat beragama di Indonesia.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 800 peserta dari berbagai daerah dan dipusatkan melalui Zoom Meeting.Di Kota Bima, Bimtek berlangsung di ruang Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bima dan diikuti oleh Kepala Kantor Kemenag Kota Bima H. Mansyur, S.Ag., para operator EWS SIRUKUN, kepala KUA, serta jajaran terkait.

Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan kapasitas aparatur Kementerian Agama dalam memantau dan menjaga kondisi kerukunan umat beragama di wilayah masing-masing.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bima, H. Mansyur, S.Ag., menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Bimtek tersebut. Menurutnya, kehadiran aplikasi EWS SIRUKUN merupakan langkah strategis dalam mendukung terciptanya harmonisasi kehidupan beragama di Indonesia.

“Ini merupakan gerakan yang luar biasa demi terwujudnya harmonisasi kerukunan umat beragama. Dengan hadirnya aplikasi EWS SIRUKUN, semoga kegiatan ini memberikan dampak positif bagi masyarakat Indonesia yang lebih maju dan bermartabat,” ujarnya.

Secara nasional, Bimtek diikuti oleh 16 perwakilan Kantor Wilayah Kementerian Agama, 105 pimpinan Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota, serta sekitar 700 relawan dan peserta lainnya dari berbagai daerah, termasuk wilayah Nusa Tenggara Barat.

Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan bahwa Menteri Agama RI telah mengukuhkan lebih dari 2.000 relawan penyuluh moderasi beragama yang akan menjadi garda terdepan dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis, toleran, dan damai.

Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama Kementerian Agama RI bersama FKUB Nasional menjelaskan bahwa penguatan sistem EWS SIRUKUN merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam menjaga stabilitas sosial melalui pemanfaatan teknologi informasi.

Berdasarkan data Kementerian Agama, Indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB) tahun 2024 mencapai sekitar 76 persen, yang menunjukkan kondisi kerukunan masyarakat Indonesia terus terjaga dan mengalami peningkatan.

Melalui pelaksanaan Bimtek EWS SIRUKUN, diharapkan sinergi antara Kementerian Agama, FKUB, penyuluh moderasi beragama, serta seluruh pemangku kepentingan semakin kuat dalam melakukan deteksi dini terhadap potensi konflik sosial. Langkah ini diharapkan mampu menjaga persatuan, memperkokoh toleransi, serta mewujudkan kehidupan masyarakat yang rukun, damai, dan harmonis di seluruh Indonesia. (Tim)

Pos terkait