Kodim 1608/Bima Dukung PMI Zero Unprocedural, Perkuat Perlindungan Pekerja Migran

Kota Bima, Lensa Pos NTB – Komitmen mewujudkan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang berangkat secara prosedural terus diperkuat di Kota Bima. Hal itu ditandai dengan kegiatan Sosialisasi dan Deklarasi PMI Zero Unprocedural Tahun 2026 yang digelar di Aula SMK Negeri 3 Kota Bima, Kelurahan Lewirato, Kecamatan Mpunda, Selasa (22/9/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Peningkatan Perlindungan dan Kompetensi Calon Pekerja Migran Indonesia di Daerah Kota Bima” tersebut turut mendapat dukungan dari Kodim 1608/Bima.

Dandim 1608/Bima dalam kegiatan itu diwakili Danramil 01 Rasanae Kapten Inf Bambang Irawan. Kehadiran jajaran Kodim menjadi bagian dari sinergi lintas sektor dalam mendorong perlindungan masyarakat Kota Bima yang hendak bekerja sebagai PMI di luar negeri.Dalam sosialisasi tersebut, Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Bima Fitriani, SKM., M.Kes., menekankan pentingnya proses pemberangkatan PMI dilakukan sesuai prosedur.

Calon pekerja migran juga perlu ditempatkan sesuai kemampuan dan keahlian, dengan memperhatikan aspek perlindungan agar tidak menjadi korban eksploitasi maupun pemberangkatan ilegal.

Sementara itu, Wali Kota Bima H. A. Rahman H. Abidin, SE., menyampaikan bahwa pemerintah berkewajiban memberikan perlindungan terhadap hak-hak warga negara, termasuk para pekerja migran. Ia mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mengawal proses penempatan PMI agar berjalan secara prosedural.

Pemerintah Kota Bima juga tengah membuka peluang kerja sama dengan pihak luar negeri, termasuk rencana kunjungan Wali Kota dari Jepang ke Kota Bima untuk menjajaki peluang pekerjaan bagi PMI melalui mekanisme yang sesuai ketentuan.

Komitmen tersebut kemudian diwujudkan melalui Deklarasi PMI Zero Unprocedural yang ditandai dengan penandatanganan bersama komitmen oleh 20 stakeholder. Kegiatan yang dihadiri sekitar 150 peserta itu turut diikuti para camat, lurah, perwakilan perusahaan pengiriman tenaga kerja yang bekerja sama dengan pemerintah serta perwakilan APJATI.

Seluruh rangkaian kegiatan berakhir sekitar pukul 11.00 Wita dalam keadaan aman dan tertib, sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor dalam mewujudkan perlindungan dan penempatan PMI Kota Bima secara aman, kompeten dan sesuai prosedur.

Pos terkait