Ketua Baznas Kota Bima Hadiri Penguatan Forum Kemitraan PP-ATM, Dorong Sinergi Kesehatan dan Sosial

Kota Bima, Lensa Pos NTB – Ketua Baznas Kota Bima, H. A. Latif M. Saleh, S.Pd.I., menghadiri Pertemuan Penguatan Forum Kemitraan Pencegahan dan Pengendalian AIDS, Tuberculosis, dan Malaria (PP-ATM) yang digelar Dinas Kesehatan Kota Bima, Selasa (6/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Maja Labo Dahu Kantor Wali Kota Bima tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam upaya pencegahan dan pengendalian tiga penyakit tersebut. Forum ini mempertemukan unsur pemerintah, kesehatan, sosial, perencanaan, pengelolaan keuangan serta lembaga kemasyarakatan agar penanganan PP-ATM dapat dilakukan secara terpadu.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Asisten III Setda Kota Bima, Drs. HM. Saleh. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pencegahan dan pengendalian AIDS, Tuberculosis, dan Malaria tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan. Dibutuhkan keterlibatan berbagai pihak, terutama masyarakat di tingkat kelurahan.“Pencegahan dan pengendalian tiga penyakit ini tidak cukup hanya dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan. Dibutuhkan kerja sama berbagai pihak, terutama masyarakat di kelurahan,” tegasnya.

Forum tersebut menghadirkan sejumlah narasumber lintas sektor, di antaranya Kepala Bappeda Kota Bima Syarif Rustaman, S.Sos., M.AP., Drs. Rachman Sahnan Putra, M.Kes., dari Global Fund dan NTB, serta narasumber dari Dinas Kesehatan, BPKAD dan Dinas Sosial Kota Bima. Keterlibatan lintas sektor tersebut menjadi bagian dari penguatan strategi bersama, baik dari sisi kesehatan, perencanaan, penganggaran maupun penanganan sosial masyarakat.

Kehadiran Ketua Baznas Kota Bima H. A. Latif M. Saleh, S.Pd.I., juga memiliki arti penting dalam membangun koneksi antara program PP-ATM dengan peran lembaga sosial kemasyarakatan. Baznas melalui pengelolaan zakat, infak dan sedekah memiliki ruang untuk memberikan dukungan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya kelompok rentan, sesuai dengan ketentuan pengelolaan zakat.

Sinergi ini dapat diperkuat melalui edukasi, pemberdayaan, dukungan sosial dan kolaborasi kemanusiaan yang mendukung upaya penanggulangan dampak sosial akibat penyakit.

Melalui penguatan forum kemitraan tersebut, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara Dinas Kesehatan, Baznas, Bappeda, BPKAD, Dinas Sosial, Global Fund, pemerintah kelurahan dan unsur masyarakat. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperluas jangkauan pencegahan, meningkatkan kepedulian masyarakat serta memastikan kelompok yang membutuhkan mendapatkan dukungan, sehingga program PP-ATM di Kota Bima dapat berjalan secara terpadu dan berkelanjutan. (Editor: Abdul Syukur)

Pos terkait