Gita Nurmala Masih Bertahan di Tengah Keterbatasan, Pemkot Bima Dinilai Belum Beri Solusi Tempat Tinggal

Kota Bima, Lensa Pos NTB – Di tengah derasnya perhatian publik setelah kisahnya viral di berbagai media, Gita Nurmala (53) bersama putrinya, Santi (11), hingga kini masih harus menjalani hari-hari penuh keterbatasan. Keduanya belum memiliki tempat tinggal tetap setelah dikeluarkan dari rumah BTN NSD Kedo milik Pemerintah Kota Bima akibat tunggakan pembayaran selama sekitar satu tahun.

Kini, Gita dan anak semata wayangnya hanya bisa menumpang di rumah keluarga di Lingkungan Suntu, Kelurahan Paruga, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Di rumah sederhana itu, mereka berusaha bertahan sembari berharap ada jalan keluar dari pemerintah.

Kisah pilu Gita sebelumnya telah mengundang simpati masyarakat. Berbagai pihak datang memberikan bantuan sebagai bentuk kepedulian. Sejumlah dermawan atau hamba Allah membantu sekadarnya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.Pemerintah melalui Dinas Sosial Kota Bima juga telah menyalurkan bantuan berupa beras, mi instan, telur, serta perlengkapan tidur. Sementara itu, Baznas Kota Bima memberikan bantuan berupa rombong dan modal usaha agar Gita dapat kembali berjualan demi menghidupi dirinya dan sang anak.

Namun, berbagai bantuan tersebut dinilai baru sebatas meringankan kebutuhan sesaat dan belum menyentuh persoalan utama yang dihadapi Gita, yakni kehilangan tempat tinggal.Setiap malam, Gita dan putrinya masih harus bergantung pada belas kasih keluarga. Kondisi ini menjadi beban tersendiri, terutama bagi Santi yang masih duduk di bangku sekolah dan membutuhkan lingkungan yang aman serta layak untuk tumbuh dan belajar.

“Alhamdulillah banyak yang peduli dan membantu kami. Tapi sampai sekarang kami belum punya tempat tinggal sendiri. Harapan saya hanya ingin bisa tinggal dengan tenang bersama anak,” ungkap Gita dengan mata berkaca-kaca.

Perhatian masyarakat terhadap nasib Gita terus mengalir. Banyak warga berharap Pemerintah Kota Bima dapat mengambil langkah yang lebih konkret dan humanis agar persoalan tersebut tidak berlarut-larut.Sebagai aset milik pemerintah, BTN NSD Kedo diharapkan dapat menjadi bagian dari solusi melalui kebijakan yang mempertimbangkan sisi kemanusiaan, sehingga Gita Nurmala bersama putrinya dapat kembali memiliki tempat berteduh dan menjalani kehidupan yang lebih layak.

Bagi seorang ibu, kehilangan tempat tinggal bukan sekadar kehilangan sebuah bangunan. Itu berarti kehilangan rasa aman, kehilangan tempat untuk membesarkan anak, dan kehilangan harapan akan masa depan yang lebih baik. Di balik senyum yang masih berusaha ditunjukkan kepada putrinya, Gita menyimpan kegelisahan yang hingga kini belum menemukan jawaban.

Kini, harapan itu masih sama. Gita Nurmala dan Santi tidak meminta kemewahan. Mereka hanya berharap memiliki kembali sebuah rumah sederhana untuk berteduh, agar dapat memulai hidup baru dengan tenang. Masyarakat pun menanti langkah nyata Pemerintah Kota Bima, agar kisah pilu seorang ibu dan anak ini tidak terus berlanjut di tengah keterbatasan. (Tim Lensa Pos NTB)

Pos terkait