Bima, Lensa Pos NTB — Tak boleh ada wilayah yang terus tertinggal dalam gelap! Pemerintah Kabupaten Bima bersama PT PLN (Persero) bergerak mempercepat pemerataan akses listrik hingga ke pelosok daerah. Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan Wakil Bupati Bima, dr. H. Irfan Zubaidy, bersama jajaran PLN UP3 Bima dan PLN UP2K NTB di Kantor PLN UP3 Bima, Kamis (8/10/2026). Fokusnya jelas: mempercepat pembangunan jaringan listrik desa di 11 lokasi Kabupaten Bima demi membuka akses energi bagi masyarakat yang belum menikmati layanan listrik secara optimal.
Langkah kolaboratif Pemkab Bima dan PLN ini menjadi angin segar bagi warga di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur kelistrikan. Dari total 83 lokasi Program Listrik Desa (Lisdes) di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Kabupaten Bima mendapatkan alokasi 11 lokasi. Seluruh lokasi tersebut telah memasuki tahapan pelaksanaan, dengan target penyelesaian pada Desember 2026. Bagi pemerintah daerah dan PLN, percepatan ini bukan sekadar membangun jaringan, tetapi juga menghadirkan kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup, pendidikan, dan aktivitas ekonomi.
Meski demikian, upaya menghadirkan terang hingga pelosok bukan tanpa tantangan. Kondisi geografis, akses jalan yang rusak, serta medan yang curam menjadi kendala dalam mobilisasi material dan pelaksanaan pembangunan. Manager PLN UP3 Bima menegaskan pentingnya dukungan Pemerintah Kabupaten Bima dan masyarakat agar pekerjaan dapat berjalan lancar. Kolaborasi dan semangat gotong royong dinilai menjadi kunci untuk mengatasi hambatan di lapangan, sehingga pembangunan infrastruktur listrik dapat terlaksana secara aman dan sesuai target.
Sementara itu, Manager PLN UP2K NTB mengungkapkan bahwa 11 lokasi di Kabupaten Bima merupakan bagian dari 83 lokasi Program Lisdes di seluruh NTB. Seluruh lokasi telah menunjukkan progres pelaksanaan, dengan target penyelesaian 100 persen pada Desember 2026. Namun, Dusun Baku masih menghadapi proses pengurusan izin kehutanan. Apabila izin tersebut terbit pada 2027, pembangunan di lokasi itu diharapkan dapat segera dilaksanakan. PLN juga mengharapkan dukungan Pemkab Bima dalam aspek perizinan dan keamanan agar pekerjaan tidak terhambat. Saat ini, rasio elektrifikasi di wilayah kerja PLN UIW NTB telah mencapai 99,99 persen, dan perluasan akses ke wilayah yang belum terlayani tetap menjadi perhatian bersama.
Wakil Bupati Bima, dr. H. Irfan Zubaidy, menyampaikan apresiasi kepada PLN atas komitmennya mendukung pemerataan listrik di Kabupaten Bima. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah menyambut baik program tersebut dan siap mendukung pelaksanaannya. “Kami sangat berterima kasih kepada PLN karena sudah membantu percepatan listrik desa dan membantu pemerataan listrik untuk seluruh masyarakat. Karena itu, kami menyambut baik program ini dan akan mendukung pelaksanaannya,” ujarnya.
Sinergi Pemkab Bima dan PLN diharapkan mampu mempercepat hadirnya listrik hingga wilayah yang memiliki tantangan geografis. Sebab, ketika listrik hadir, harapan ikut menyala—anak-anak dapat belajar dengan lebih nyaman, usaha masyarakat memiliki peluang berkembang, dan pembangunan dapat menjangkau lebih banyak warga. Kini, masyarakat menantikan realisasi target agar manfaat listrik desa benar-benar dirasakan hingga pelosok Kabupaten Bima. (Tim)








