Dua Tahun Lebih Kosong, Jabatan Kepala Museum Asi Mbojo Diharapkan Segera Diisi

Lensa Pos NTB, Bima – Sudah lebih dari dua tahun jabatan Kepala Museum Asi Mbojo Kabupaten Bima belum terisi sejak ditinggal meninggal oleh almarhum Bapak Ruslan, S.Sos. Kondisi ini dikeluhkan oleh para pegawai di lingkungan museum yang merasa kesulitan dalam hal pelayanan dan kebijakan teknis di lapangan.

Salah satu pegawai Museum Asi Mbojo, Kiki Apriyana, SE mengungkapkan bahwa ketiadaan kepala UPT membuat koordinasi dan pengambilan keputusan berjalan lambat.

“Susah sekali kami di sini karena belum ada kepala museum sejak Bapak Ruslan meninggal dunia. Kami berharap Bupati Bima segera menunjuk pengganti agar pelayanan dan kebijakan bisa berjalan maksimal,” ujar Kiki saat ditemui media Lensa Pos di Museum Asi Mbojo, Rabu (5/11/2025).

Menurutnya, beberapa urusan administratif dan kegiatan pelayanan publik di museum sering terkendala karena tidak adanya pejabat penanggung jawab definitif. Kondisi ini berdampak pada kelancaran program kerja dan pelayanan kepada masyarakat maupun pengunjung.

Museum Asi Mbojo sendiri merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah naungan Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Dikbudpora) Kabupaten Bima, yang memiliki tanggung jawab besar dalam melestarikan peninggalan sejarah dan budaya Kesultanan Bima.

Tanpa adanya kepala UPT, berbagai kebijakan pelestarian, perawatan koleksi, hingga pengelolaan kegiatan edukasi budaya menjadi terbatas.

Kiky menambahkan, selain urusan administratif, beberapa kegiatan seperti pendataan artefak, pengarsipan sejarah, dan penerimaan kunjungan wisatawan juga terhambat karena belum ada penanggung jawab tetap yang dapat mengambil keputusan strategis.

“Kami di sini tetap berusaha melayani pengunjung sebaik mungkin, tetapi dengan adanya kepala museum tentu semua bisa lebih terarah dan cepat,” tambahnya.

Dengan kondisi tersebut, para pegawai dan masyarakat pemerhati budaya berharap Bupati Bima segera mengambil langkah konkret untuk menunjuk pejabat kepala Museum Asi Mbojo yang baru. Harapannya, roda organisasi dan pelayanan publik di sektor kebudayaan dapat berjalan lebih optimal demi menjaga warisan sejarah Kesultanan Bima.


Penulis: Abdul Sukur
Editor: Tim Lensa Pos NTB
Sumber: Wawancara langsung dengan pegawai Museum Asi Mbojo

Pos terkait

banner 468x60