Lensa Pos NTB, Monta Bima — Kodim 1608/Bima menggandeng Perum Bulog menggelar pasar murah pada momentum pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Tahun Anggaran 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan di lokasi pembukaan TMMD ke-127, Desa Sondo, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima, dan disambut antusias oleh masyarakat setempat.
Pasar murah ini menyediakan berbagai bahan pokok dengan harga terjangkau, di antaranya beras, gula putih, dan minyak kelapa, sebagai upaya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok sekaligus menekan dampak kenaikan harga di pasaran.
Usai pelaksanaan upacara pembukaan TMMD ke-127, Wakil Bupati Bima, dr. H. Irfan Zubaidy, didampingi Kapolres Bima dan Kasdim 1608/Bima, meninjau langsung pelaksanaan pasar murah. Wakil Bupati menyempatkan berdialog dengan masyarakat dan pedagang, serta memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi bahan pokok yang dijual.
Keberadaan pasar murah ini mendapat sambutan positif dari masyarakat Desa Sondo dan sekitarnya. Warga mengaku terbantu dengan harga bahan pokok yang lebih murah dibandingkan harga pasar, terutama di tengah kebutuhan ekonomi masyarakat.
Sementara itu, Dandim 1608/Bima selaku Dansatgas TMMD ke-127 Tahun Anggaran 2026, Letkol Arh. Samuel Asdianto Limbongan, S. Kom, M.Sc, menyampaikan bahwa kegiatan pasar murah merupakan bagian dari program pendukung TMMD, sebagai bentuk kepedulian TNI terhadap kesejahteraan masyarakat.
“TMMD tidak hanya fokus pada pembangunan fisik dan nonfisik, tetapi juga menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat. Pasar murah ini kami gelar bekerja sama dengan Bulog untuk membantu meringankan beban masyarakat, sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat,” ujar Dansatgas TMMD ke-127.
Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Daerah, Polri, Bulog, serta partisipasi masyarakat yang turut menyukseskan rangkaian kegiatan TMMD ke-127 Kodim 1608/Bima.
Dengan adanya pasar murah di momentum pembukaan TMMD ke-127 ini, diharapkan masyarakat dapat merasakan manfaat nyata kehadiran TMMD, tidak hanya dalam jangka panjang melalui pembangunan desa, tetapi juga secara langsung melalui kegiatan sosial dan ekonomi. (TIM)






