TMMD ke-127 Kodim 1608/Bima: Membangun Desa, Merawat Budaya, Menguatkan Kebersamaan

Lensa Pos NTB, Monta Bima – Pagi itu, Lapangan Desa Sondo, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, tampak berbeda dari biasanya. Alunan musik tradisional mengiringi Tari Zapin dan Dana Tambora yang dibawakan dengan penuh semangat oleh siswa-siswi SMAN 2 Monta, menyambut hadirnya TNI dan para tamu undangan. Itulah momentum pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 127 tahun 2026 Kodim 1608/ Bima, Selasa (10/2/2026).

Gerak tari yang harmonis bukan sekadar hiburan, tetapi menjadi simbol keterlibatan generasi muda dalam menjaga budaya dan menyambut pembangunan di desanya. Di balik gerak tarian dan sorot mata warga, tersimpan harapan akan perubahan, harapan yang dibawa oleh TNI melalui program TMMD.

Rangkaian pembukaan TMMD diawali dengan penampilan seni budaya sebagai simbol bahwa pembangunan tidak hanya berbicara tentang infrastruktur, tetapi juga pelestarian nilai dan jati diri masyarakat lokal. Keterlibatan pelajar SMAN 2 Monta dalam pementasan tari tradisional menjadi penegasan bahwa TMMD turut merawat budaya dan menanamkan semangat kebangsaan kepada generasi muda.

Namun, semangat TMMD sejatinya telah terasa jauh sebelum seremoni pembukaan digelar. Pra TMMD ke-127 Kodim 1608/Bima telah dimulai sejak Sabtu, 31 Januari 2026. Sejak tahap awal tersebut, kemanunggalan TNI dengan rakyat terlihat begitu kuat, di mana prajurit TNI dan masyarakat setempat bekerja bersama secara gotong royong, bahu-membahu menyiapkan lokasi, membuka akses, hingga mengangkut material pembangunan. Kebersamaan ini menjadi bukti bahwa TMMD bukan sekadar program pembangunan, melainkan gerakan sosial yang hidup di tengah masyarakat.

Momentum puncak pembukaan TMMD ke-127 kemudian ditandai dengan pemukulan gong oleh Wakil Bupati Bima, dr. H. Irfan Zubaidy, pada Selasa (10/2/2026), sebagai simbol resmi dimulainya TMMD ke-127 Kodim 1608/Bima. Upacara berlangsung khidmat dan dihadiri oleh Kapolres Bima, Kajari Bima, unsur Forkopimda Kabupaten Bima, jajaran TNI-Polri, serta tokoh masyarakat.

TMMD ke-127 Kodim 1608/Bima menyasar lima desa di Kecamatan Monta, yakni Desa Sondo, Desa Waro, Desa Tangga Baru, Desa Tolouwi, dan Desa Tolotangga, dengan fokus pada program fisik, sasaran tambahan, dan nonfisik yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Pada sasaran fisik, TMMD ke-127 melaksanakan:
Pembangunan jalan tani dan pemasangan dua titik gorong-gorong di Desa Sondo sepanjang 700 meter dengan lebar 4 meter, untuk mendukung akses pertanian masyarakat. Peningkatan jalan menuju SMA Kelautan sepanjang 111 meter dengan lebar 4 meter, serta pembangunan jembatan sepanjang 7 meter dan lebar 4 meter, guna menunjang akses pendidikan.

Pembuatan jembatan penghubung Dusun Atas Desa Tolouwi dan Dusun Atas Desa Nontotera sepanjang 6 meter dan lebar 4 meter, serta pembangunan talud kiri dan kanan pemukiman warga sepanjang 72 meter dengan tinggi 1,30 meter.

Selain itu, TMMD ke-127 juga melaksanakan sasaran tambahan, meliputi: Pembangunan tempat wudhu dan MCK sebanyak 1 unit di Desa Waro, rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) sebanyak 1 unit, pembuatan sumur bor air dalam sebanyak 1 unit, pemasangan daun jendela dan plafon Musholla Al Ikhlas sebanyak 1 unit.

Pada sasaran nonfisik, TMMD ke-127 Kodim 1608/Bima menggelar berbagai kegiatan penyuluhan dan pemberdayaan masyarakat, di antaranya: Penyuluhan wawasan kebangsaan dan bela negara, penyuluhan KB, kesehatan, dan pencegahan stunting, penyuluhan bahaya narkoba, penyuluhan kehutanan, penyuluhan penanggulangan bencana alam, penyuluhan hukum dan kamtibmas, penyuluhan bahaya terorisme dan radikalisme, kegiatan penanaman pohon dan penghijauan.

Sebagai Dansatgas TMMD ke-127, Dandim 1608/Bima Letkol Arh. Samuel Asdianto Limbongan, S.Kom., M.Sc., menegaskan bahwa kekuatan utama TMMD terletak pada kebersamaan antara TNI dan masyarakat. “Sejak Pra TMMD, kami bekerja bersama rakyat. Gotong royong inilah yang mempercepat pekerjaan sekaligus memperkuat hubungan emosional antara TNI dan masyarakat,” ujarnya.

Dukungan penuh datang dari Pemerintah Daerah Kabupaten Bima yang mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1 miliar untuk mendukung pelaksanaan TMMD ke-127. Pemerintah daerah juga mengajak masyarakat untuk terus berpartisipasi aktif agar seluruh program berjalan optimal. Kebersamaan tersebut semakin nyata dengan digelarnya pasar murah hasil kerja sama Kodim 1608/Bima dan Bulog, yang menyediakan bahan pokok dengan harga terjangkau dan disambut antusias oleh warga.

Dari Pra TMMD hingga pelaksanaan TMMD ke-127, gambaran kemanunggalan TNI dan rakyat terlihat jelas. Di tengah kerja gotong royong, pelibatan generasi muda melalui seni budaya, serta semangat kebersamaan, TMMD ke-127 Kodim 1608/Bima kembali menegaskan jati dirinya—membangun desa, merawat budaya, dan menguatkan kebersamaan demi masa depan Kabupaten Bima yang lebih baik.

(Penulis: Abdul Sukur, ST – Jurnalis/ Pemred Media Lensa Pos NTB)

Pos terkait

banner 468x60