Lensa Pos NTB, Bima – Seorang warga Desa Tolotangga, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima, Teddy Kuswara (33), menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas unggahannya di media sosial TikTok yang menyoroti pelayanan Rumah Sakit Angkatan Darat (RSAD) Bima.
Permohonan maaf tersebut disampaikan secara tertulis pada Senin sore (16/2/2026) bertempat di RSAD Bima. Dalam pernyataannya, Teddy mengakui kesalahan atas unggahan yang menyebut rumah sakit tersebut tidak menerima pasien rujukan tanpa BPJS.
Ia juga mengakui tidak menerima penjelasan lebih lanjut dari pihak rumah sakit terkait prosedur dan ketentuan pelayanan rujukan saat itu, sehingga memicu kesalahpahaman yang kemudian ia tuangkan dalam video di akun TikTok pribadinya.
“Saya menyadari kekeliruan saya dan dengan ini menyampaikan permohonan maaf,” tulis Teddy dalam surat pernyataannya.
Sebagai bentuk itikad baik, Teddy menghapus video yang sempat diunggahnya. Langkah tersebut disebut sebagai bentuk tanggung jawab sekaligus klarifikasi atas informasi yang beredar di media sosial.
Permohonan maaf itu ditujukan kepada Presiden RI, Panglima TNI, Pangdam IX/Udayana, Danrem 162/Wira Bhakti, Dandim 1608/Bima, serta pihak RSAD Bima.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa arus informasi di media sosial dapat dengan cepat menyebar dan membentuk opini publik. Klarifikasi dan komunikasi yang terbuka antara masyarakat dan institusi pelayanan publik dinilai penting untuk mencegah kesalahpahaman serupa terulang. (LP.NTB/01)






