Tragedi Camping KKN STIPAR Bima: Pelajar SMA Tewas di Jurang, Keluarga Desak Polisi Tuntaskan Kasus

Lensa Pos NTB, Bima – Seorang pelajar kelas 3 SMA, Dafa Prabowo, meninggal dunia saat kegiatan Camping Edukasi Mahasiswa KKN Tematik Angkatan V di Savana Dorombolo, Desa Oi Panihi, Kecamatan Tambora, pada 14-15 Februari 2026 lalu.

Korban diduga jatuh ke jurang setelah panik akibat keributan di lokasi kegiatan. Keluarga korban menuntut penegakan hukum tegas dan transparan, termasuk penahanan delapan orang yang diduga terlibat.

“Kami berharap semua pihak yang terlibat diproses sesuai hukum, dan Polda NTB ikut mengambil alih kasus ini,” ujar Aryadin, keluarga korban.

Keluarga korban juga meminta agar pihak kepolisian segera memanggil panitia penyelenggara dan pemateri kegiatan KKN untuk dimintai keterangan. Mereka menekankan pentingnya penyelidikan menyeluruh terhadap semua pihak yang hadir di lokasi, agar motif dan kronologi tragedi dapat diungkap secara jelas.

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, Korban panik dan melarikan diri sehingga jatuh ke jurang. Salah satu terduga pelaku membawa parang dan akan diperiksa sesuai undang-undang darurat. Delapan orang telah menyerahkan diri ke Polsek Sanggar.

Kapolsek Tambora, Suhandak, menambahkan bahwa panitia hanya menyampaikan undangan kegiatan kepada masyarakat tanpa izin resmi polisi. Polisi melakukan pengawasan terbatas di lokasi, namun tidak dapat mencegah tragedi.

Kampus STIPAR Soromandi Bima menegaskan akan bekerja sama penuh dalam penyelidikan. Keluarga korban berharap proses hukum tidak pandang bulu, sementara publik menunggu motif, kronologi, dan langkah aparat terkait panitia dan peserta. (TIM)

Pos terkait

banner 468x60