Anda Ketua DPRD atau Humas Bupati?

Oleh : Andi Fardian, M.A., Ph.D. (Cand.)
Pengamat Sosial Politik

Lensa Pos NTB | OPINI – Anda itu ketua DPRD atau Humas Bupati? Kemana Bupati pergi Anda ikut. Tugas pengawasan Anda hanya formalitas. Check and balances benar-benar tidak terlihat. Padahal itu tugas sekaligus instrumen Anda untuk membawa perubahan pada rakyat. Vibes dan wibawa Anda tidak mencerminkan ketua lembaga legislatif yang maskulin. Anda justru terlihat melayani Bupati. Wibawa Anda di mana?
Jabatan ketua DPRD itu terhormat dan setara dengan Bupati. Anda sangat paham akan itu. Tapi Anda membuatnya justru terlihat seperti sekelas kepala dinas, yang harus menurut pada bupati.

Sebagai ketua DPRD, Anda, kok, ompong. Anda dipilih oleh rakyat untuk mengawasi dan mengkritik kinerja bupati. Bukan malah menjadi humas Bupati yang mempublikasikan capaian kinerja yang tidak signifikan. Itu bukan tugas Anda. Tugas Anda adalah mengawasi dan menagih janji bupati. Anda itu wakil rakyat. Sekali lagi, wakil rakyat. Tugas Anda memang harus ngeyel. Misal, bupati menjanjikan terciptanya 5000 lapangan kerja. Tugas Anda adalah merongrong dan mengejar bupati, “Eh, bupati, sudah sejauh mana langkah Anda untuk mewujudkan 5000 lapangan kerja itu?” Bukan diam saja. Anda harus pertanyakan kemampuan bupati untuk mendatangkan investasi ke daerah.

Daerah Anda itu tergolong miskin, pak. Karena itu Anda harus perjuangkan segala hal yang memudahkan pembangunan daerah. Bukan iya iya saja. Anda harus awasi bagaimana kebijakan sosial dilaksanakan di daerah Anda. Bukan justru mempromosikan program bupati. Anda harus pastikan angka pengangguran turun signifikan. Kalau tidak signifikan, Anda kejar itu bupati. Tanyakan, “Eh, bupati Anda punya kompetensi untuk menurunkan pengangguran?” Mempublikasi the unemployment rate itu bukan tugas kerjaan Anda. Anda harus keras dan tegas. Anda itu wakil rakyat. Bukan justru menjadi ‘bawahan’ bupati.

Anda harus menjaga marwah lembaga legislatif daerah. Bukan justru mendekonstruksi makna itu. Tapi, sepertinya Anda ada udang di balik batu. Anda mengincar jawaban wakil bupati di periode selanjutnya? Makanya, Anda terlihat tumpul di depan bupati. Anda ompong sekarang. Dulu Anda garang, sekarang Anda lemah. Tapi memang susah. Kepentingan politik bisa menyandera siapa saja. Yang awalnya kritis dan garang, berubah seperti singa ompong. Orang-orang di sekitar ketua DPRD, kok, tidak ada yang berani ngomong dan mengkritik? Ya, wajar. Tugas mereka hanya untuk memuji. Demi perut dan harapan kecipratan remahan roti ketua DPRD.

Aduh, kalian. Katanya aktivis, kok, mengekor. Karena itu, cobalah berdiri di atas kaki sendiri. Pusing saya melihat kelakuan menjilat kalian. Untuk ketua DPRD, ayo tunjukkan wibawa Anda. Anda harus keras pada pemerintah daerah dan bupati. Segala aspirasi rakyat ada di Anda. Kurangi pencitraan yang bikin orang menertawakan Anda. Ayo, masih ada waktu untuk memperbaiki. Anda dipilih untuk keras dan tegas pada bupati. (**)

Pos terkait

banner 468x60