Mataram | Lensa Pos NTB — Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) terus memperkuat pengamanan arus balik mudik Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah, khususnya pada fase akhir pelaksanaan Operasi Ketupat Rinjani 2026. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi tingginya mobilitas masyarakat di sejumlah titik strategis.
Kepala Bidang Humas Polda NTB, Kombes Pol. Mohammad Kholid, Rabu (25/3/2026), menyatakan bahwa penguatan pengamanan difokuskan pada lokasi dengan intensitas pergerakan penumpang yang tinggi, seperti bandara dan pelabuhan. “Penguatan pengamanan ini kami lakukan dengan mengerahkan subsatgas II preventif melalui patroli, khususnya di area bandara dan pelabuhan,” ujarnya.
Patroli dilakukan secara intensif dengan menyasar objek vital serta jalur strategis guna mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama periode arus balik. Selain itu, personel di lapangan juga aktif menjalin komunikasi dengan petugas bandara dan pelabuhan untuk memastikan seluruh aktivitas penumpang terpantau dengan baik.
Kombes Kholid menegaskan bahwa koordinasi lintas sektor menjadi kunci dalam menjaga kelancaran arus balik. “Koordinasi terus kami lakukan dengan seluruh pihak terkait agar pelayanan kepada masyarakat tetap optimal dan situasi tetap terkendali,” katanya.
Khusus di kawasan pelabuhan, pengamanan turut melibatkan personel Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud). Pengawasan dilakukan tidak hanya di area pelabuhan, tetapi juga hingga wilayah perairan sesuai kewenangan.
Personel yang bertugas telah disiagakan dengan berbagai sarana dan prasarana pendukung, termasuk kapal patroli dan peralatan keselamatan. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan maupun kecelakaan laut. “Pengamanan ini tidak hanya berfokus pada kelancaran arus penumpang, tetapi juga sebagai langkah preventif dalam menjaga keselamatan masyarakat pengguna transportasi laut,” jelasnya. Dengan penguatan pengamanan tersebut, Polda NTB berharap arus balik Lebaran 2026 dapat berjalan aman, tertib, dan lancar tanpa gangguan berarti. (LP.NTB/ Humas Polda NTB)






