Kota Bima, Lensa Pos NTB – Kota Bima benar-benar berubah menjadi “lautan rimpu” saat ribuan peserta dari berbagai instansi dan sekolah turun langsung memeriahkan Pawai Rimpu Mantika, Sabtu (25/4/2026).
Sekitar 85 ribu peserta memadati sepanjang jalan protokol, menjadikan kegiatan ini sebagai salah satu pawai budaya terbesar di daerah tersebut.Pawai dimulai dari Paruga Nae Convention Hall dan bergerak menuju Lapangan Serasuba sebagai titik akhir. Setelah itu, para peserta diarahkan berkumpul di halaman Museum Asi Mbojo atau Istana Kesultanan Bima untuk mengikuti rangkaian penutup berupa pengundian doorprize.
Sejak pagi hari, peserta dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pelajar, komunitas, hingga masyarakat umum tampak antusias mengenakan rimpu—busana tradisional khas perempuan Bima—sebagai simbol identitas dan kebanggaan budaya.
Sepanjang rute pawai, suasana berlangsung semarak dan tertib. Barisan peserta yang mengenakan rimpu dengan berbagai gaya dan warna menciptakan pemandangan unik yang menarik perhatian masyarakat. Tidak hanya menjadi ajang budaya, kegiatan ini juga menjadi ruang kebersamaan lintas generasi dan instansi.
Kesuksesan pawai ini menunjukkan kuatnya semangat pelestarian budaya di Kota Bima. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan dampak positif terhadap sektor ekonomi, terutama bagi pelaku UMKM yang turut meramaikan jalannya festival.
Momentum berkumpulnya puluhan ribu peserta di Museum Asi Mbojo untuk pengundian doorprize menjadi penutup yang semakin menambah kemeriahan acara. Antusiasme peserta tetap tinggi hingga akhir kegiatan.Pawai Rimpu Mantika 2026 tidak hanya menjadi perayaan budaya, tetapi juga bukti nyata bahwa rimpu sebagai warisan leluhur tetap hidup, berkembang, dan menjadi identitas kuat masyarakat Bima di tengah modernisasi. (Tim Lensa Pos NTB)






