Andi Fardian Tembus Kampus Dunia, 34 Bukunya Jadi Koleksi Perpustakaan hingga Luar Negeri

Yogyakarta, Lensa Pos NTB – Kabar membanggakan datang dari dunia literasi. Andi Fardian, M.A., Ph.D. (Cand.) – Pengamat Sosial Politik sekaligus penulis muda yang dikenal produktif, berhasil menorehkan prestasi dengan menerbitkan sebanyak 34 buku karya tulisnya yang kini telah tersimpan di berbagai perpustakaan, termasuk di lingkungan Universitas Gadjah Mada (UGM) hingga sejumlah kampus ternama di luar negeri.

Seluruh buku tersebut merupakan hasil pemikiran dan karya asli yang ditulis sendiri oleh Andi Fardian. Gaya penulisannya yang lugas, kritis, dan berani mengangkat isu-isu sosial, pendidikan, hingga politik menjadi ciri khas yang kuat dan konsisten.

Karya-karyanya yang telah diterbitkan antara lain “Baku Hantam di Kandang Singa”, “BUMDes: Katalisator Pembangunan Desa yang Berkelanjutan”, “Takut Bicara Kritis? Hidup Kok Lemah”, “Merangkul dengan Tangan Kanan Menghantam dengan Tangan Kiri”, “Tuhan Tidak Gila Hormat”, dan “Sungguh Ribet Berdebat dengan Orang Bodoh.”

Selain itu, terdapat pula karya lainnya seperti “Gelora yang Tak Terpadamkan”, “Mahasiswa: Figur yang Memiliki Idealisme dan Intelektualitas”, “1 Dekade yang Dinamis: 2003–2013, 10 Tahun Menggeluti Organisasi Anak dan Memperjuangkan Hak-Hak Anak”, “Guru dalam Pembelajaran dan Masalah-Masalahnya”, “Kolom-Kolom untuk Dompu-ku”, “The Contributing Sense”, “Menulis itu Sehat”, serta “Politik, Kok, Dibenci.”

Deretan karya lainnya yang memperkaya khazanah pemikiran Andi Fardian di antaranya “Bersedekah Lewat Tulisan”, “Siswa & Mahasiswa (Figur yang Kritis dan Idealis)”, “Forum Anak dan Masalah-Masalahnya”, “Lembo Ade”, “Makin Alim Makin Manusiawi”, “Untuk Nggahi Rawi Pahu-ku”, “Menulis itu Candu”, “Melihat Dompu dari Jauh”, “Politik Itu Bercinta”, “Seks, Menulis, dan Kuliah”, “Ternyata Hidup adalah Masalah”, “Nggahi Harus Menjadi Rawi Berwujud Pahu”, “Politik Mesra, Politik Licik-Cerdik, Politik Untung”, “Politik, Judi, dan Seni Menghabisi Lawan”, serta “Menulis, Suatu Cara untuk Bahagia.”

Buku-buku tersebut merupakan kumpulan esai yang ditulis dalam rentang waktu 2019 hingga 2024, mencerminkan konsistensi penulis dalam merawat tradisi berpikir kritis dan budaya literasi.

Sejumlah karyanya bahkan telah tersedia di berbagai perpustakaan bergengsi dunia, seperti Monash University, National Library of Australia, Library of Congress, Leiden University Libraries, UC Berkeley Library, University of Wisconsin–Madison Libraries, Cornell University Library, hingga Yale University Library.“

Di Perpustakaan UGM sudah ada, dan di beberapa perpustakaan kampus di luar negeri juga sudah tersedia,” ungkap Andi Fardian.

Capaian ini menjadi bukti bahwa karya literasi dari penulis daerah mampu bersaing dan mendapat tempat di tingkat nasional hingga internasional. Selain itu, buku-buku Andi Fardian dinilai mampu menggugah cara berpikir kritis pembaca, terutama generasi muda, dalam menyikapi berbagai persoalan sosial.Dengan produktivitas yang mencapai puluhan judul, Andi Fardian menunjukkan bahwa menulis bukan sekadar aktivitas, melainkan kontribusi nyata dalam membangun kesadaran intelektual dan perubahan sosial di tengah masyarakat. (Tim)

Pos terkait

banner 468x60