Bareskrim Bongkar Aliran Dana Rp211 Miliar, Jejak Bandar Narkoba Ko Erwin Terendus hingga Malaysia

Jakarta, Lensa Pos NTB – Bareskrim Polri kembali menegaskan komitmennya dalam membongkar jaringan narkoba lintas negara. Kali ini, aparat berhasil mengungkap aliran dana fantastis milik jaringan bandar besar narkoba, Erwin Iskandar alias Ko Erwin, dengan total perputaran mencapai sekitar Rp211,2 miliar.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso, S.I.K., mengungkapkan bahwa pihaknya telah menangkap seorang tersangka bernama Muhammad Jainun di wilayah Deli Serdang, Sumatera Utara. Tersangka berperan sebagai pembuat rekening penampungan dana hasil transaksi narkoba yang terhubung langsung dengan jaringan Ko Erwin.“Rekening atas nama tersangka digunakan untuk menampung aliran dana hasil transaksi narkoba. Total perputaran dana yang teridentifikasi sejak 2018 hingga 2026 mencapai sekitar Rp211,2 miliar,” ungkap Eko.

Dari hasil pemeriksaan, tersangka mengaku membuka rekening tersebut atas perintah seseorang berinisial HB yang diduga berada di Malaysia. Tidak hanya membuka rekening, tersangka juga menyerahkan fasilitas lengkap seperti mobile banking dan token, sehingga rekening dapat dikendalikan dari luar negeri.

Fakta ini memperkuat dugaan bahwa jaringan narkoba yang dikendalikan Ko Erwin tidak hanya beroperasi di dalam negeri, tetapi juga terhubung dengan jaringan internasional, termasuk Malaysia sebagai salah satu titik kendali.

Analisis transaksi keuangan yang dilakukan penyidik menunjukkan adanya lonjakan signifikan pada akhir tahun 2025, dengan nilai transaksi mencapai miliaran rupiah dalam satu kali perputaran.

Hal ini mengindikasikan tingginya aktivitas peredaran narkoba yang dikendalikan jaringan tersebut. Kasus ini membuka tabir pentingnya peran jaringan keuangan dalam menopang bisnis gelap narkotika. Tanpa sistem penampungan dana yang rapi dan terorganisir, peredaran narkoba skala besar seperti yang dikendalikan Ko Erwin tidak akan berjalan mulus.

Bareskrim Polri menegaskan akan terus mendalami aliran dana serta memburu pihak-pihak lain yang terlibat, termasuk aktor utama di balik kendali jaringan dari luar negeri.

Pengungkapan ini menjadi bukti bahwa perang terhadap narkoba tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, tetapi juga menembus hingga ke jantung keuangan jaringan bandar besar yang selama ini bergerak di balik layar.

Polri pun memastikan akan terus konsisten dalam upaya pemberantasan narkotika demi menjaga keamanan dan melindungi masyarakat dari ancaman kejahatan terorganisir. (Sumber : Humas Bareskrim Polri)

Pos terkait

banner 468x60