Kota Bima, Lensa Pos NTB – Pemerintah Kota Bima menargetkan masuk tiga besar pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-31 Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang akan berlangsung di Kabupaten Lombok Tengah pada 7–16 Juni 2026.
Untuk mewujudkan target tersebut, sebanyak 85 anggota kafilah resmi diberangkatkan setelah dilepas oleh Wakil Wali Kota Bima, A. Rahman H. Abidin, di Aula Kantor Pemerintah Kota Bima, Jumat (5/6).
Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kota Bima, H. Nurdin Mansyur, S.Sos mengatakan seluruh peserta yang diberangkatkan telah menjalani pembinaan dan pemusatan latihan secara intensif selama hampir sembilan bulan, mulai September 2025 hingga Mei 2026.
Menurutnya, para peserta akan mengikuti berbagai cabang perlombaan, diantaranya tilawah, hifzil Quran, tafsir Al-Quran, fahmil Quran, dan syarhil Quran.“Kami optimistis dengan hasil pembinaan yang telah dilakukan dan menargetkan Kota Bima masuk tiga besar pada MTQ tingkat Provinsi NTB tahun ini,” ujarnya dalam laporan kegiatan.
Sementara itu, H. A. Rahman H. Abidin, SE menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar ajang kompetisi untuk meraih prestasi, tetapi juga menjadi sarana membumikan nilai-nilai Al-Quran dalam kehidupan masyarakat.Ia menilai tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini semakin kompleks, mulai dari pengaruh negatif media sosial, penyalahgunaan narkoba, hingga menurunnya nilai-nilai moral.
Karena itu, MTQ dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat karakter generasi muda melalui pemahaman dan pengamalan Al-Quran.“MTQ adalah syiar Islam. Al-Quran harus menjadi benteng moral dan pedoman hidup generasi kita.
Pemerintah daerah berkomitmen memperkuat pembangunan sumber daya manusia yang berkarakter Qurani,” katanya.Rahman juga menyampaikan apresiasi kepada para pelatih, pembina, guru mengaji, pondok pesantren, lembaga pendidikan, dan orang tua yang telah berkontribusi dalam mempersiapkan para peserta.
Menurutnya, keberhasilan seorang qori dan qoriah tidak terlepas dari proses pembinaan yang panjang dan dukungan berbagai pihak.Selain menyiapkan kafilah untuk mengikuti MTQ, Pemerintah Kota Bima juga berencana memperkuat program pembinaan Al-Quran secara berkelanjutan.
Salah satu program yang tengah didorong adalah pengembangan Kampung Qurani yang melibatkan sekolah, TPQ, rumah tahfiz, dan pondok pesantren.“Pembinaan tidak boleh hanya dilakukan menjelang perlombaan, tetapi harus menjadi gerakan yang hidup di tengah masyarakat.
Kita ingin budaya Qurani tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Kota Bima,” ujarnya.Menjelang keberangkatan ke Lombok Tengah, Rahman berpesan agar seluruh anggota kafilah menjaga kesehatan, disiplin, serta menjunjung tinggi nama baik daerah selama mengikuti MTQ.
Ia juga meminta para peserta tampil percaya diri dan menjadikan keikutsertaan dalam MTQ sebagai bagian dari ibadah sekaligus pengabdian kepada daerah.Dengan bekal pembinaan yang telah dijalani selama berbulan-bulan, Pemerintah Kota Bima berharap kafilah mampu meraih prestasi terbaik sekaligus mewujudkan target masuk tiga besar pada MTQ Tingkat Provinsi NTB 2026. (Tim)






