Puskesmas Jatibaru Gelar Sikat Gigi Massal di SDN 1 Melayu, Tanamkan Budaya Hidup Sehat Sejak Dini

Kota Bima, Lensa Pos NTB – Dalam upaya meningkatkan kesehatan gigi dan mulut anak usia sekolah, Puskesmas Jatibaru melalui Tim Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS) bersama drg. Elly Rosdalena menggelar kegiatan Sikat Gigi Massal dan Topikal Aplikasi Fluor (TAF) di SDN 1 Melayu Kota Bima, Kamis (23/7/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program promotif dan preventif Puskesmas Jatibaru untuk menanamkan kebiasaan menjaga kebersihan gigi dan mulut sejak usia dini. Sasaran kegiatan adalah siswa kelas 1 dan kelas 5 yang mengikuti edukasi kesehatan gigi, praktik menyikat gigi yang benar, hingga pemberian Topikal Aplikasi Fluor (TAF) sebagai upaya mencegah gigi berlubang.

SDN 1 Melayu dipilih sebagai salah satu lokasi pelaksanaan program karena memiliki komitmen kuat dalam mendukung berbagai program kesehatan sekolah. Seluruh peserta tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan yang dipandu langsung oleh tim UKGS.

Sebelumnya, melalui surat pemberitahuan tertanggal 1 Juli 2026, Puskesmas Jatibaru telah mengimbau pihak sekolah untuk mendukung kelancaran kegiatan serta meminta seluruh peserta membawa sikat gigi, pasta gigi, dan gelas kumur masing-masing.

Kepala SDN 1 Melayu Endang Mariniwati, S.Pd menyampaikan apresiasi kepada Puskesmas Jatibaru atas pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, edukasi kesehatan gigi sangat penting untuk membangun kebiasaan hidup bersih dan sehat di kalangan peserta didik.”Kami menyambut baik kegiatan ini karena sangat bermanfaat bagi siswa.

Selain mendapatkan edukasi tentang cara menyikat gigi yang benar, anak-anak juga memperoleh pengalaman langsung dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut. Semoga kebiasaan baik ini terus diterapkan, baik di sekolah maupun di rumah,” ujarnya.

Sementara itu, Tim UKGS Puskesmas Jatibaru menjelaskan bahwa kegiatan sikat gigi massal dan aplikasi fluor merupakan program rutin yang dilaksanakan di sekolah-sekolah dalam wilayah kerja Puskesmas Jatibaru sebagai upaya menekan angka penyakit gigi pada anak usia sekolah.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut, sehingga terbentuk budaya hidup sehat sejak dini. Sinergi antara tenaga kesehatan, sekolah, dan orang tua juga diharapkan mampu melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik. (Tim Lensa Pos NTB)

Pos terkait

banner 468x60