Mataram, Lensa Pos NTB — Musyawarah Wilayah (Muswil) VIII Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi digelar di Gedung Sangkareang, Kantor Gubernur NTB, Selasa (25/8/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur NTB yang diwakili Kepala Bakesbangpoldagri Provinsi NTB Drs. H. Surya Bahari, MM.Pd., serta Ketua Umum DPP LDII H. Dody Wijaya, AK, M.Com, CA.
Muswil VIII LDII NTB mengusung tema “Memperkuat SDM Profesional Religius dengan Kolaborasi dan Sinergi Bersama Menuju NTB Makmur Mendunia.” Tema tersebut menjadi penegasan komitmen LDII NTB untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus meningkatkan kontribusi organisasi dalam pembangunan daerah melalui kolaborasi dan sinergi dengan berbagai pihak.
Selain Ketua Umum DPP LDII dan perwakilan Gubernur NTB, kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Jenderal DPP LDII, Dirbinmas Polda NTB, Ketua DPRD NTB yang diwakili H. Didi Sumardi, Ketua MUI NTB yang diwakili Fahri Rahman, MA, serta unsur pemerintah, tokoh agama dan tokoh masyarakat.
Turut hadir Ketua DPW LDII NTB Ir. Abdullah Karim, M.Si., Sekretaris DPW LDII NTB Dr. H. Ramdhani, ST, M.Si., jajaran pengurus, serta peserta Muswil VIII LDII NTB dari berbagai daerah.
Dalam sambutannya, Ketua DPW LDII NTB Ir. Abdullah Karim, M.Si., mengibaratkan perjalanan kepengurusan selama satu periode seperti mengarungi samudra dengan delapan bidang pengabdian LDII sebagai kompas menuju NTB yang makmur dan mendunia. Berbagai tantangan, mulai pandemi Covid-19, inflasi, perkembangan teknologi hingga dinamika politik, berhasil dilalui dengan semangat fastabiqul khairat dan kebersamaan seluruh pengurus serta warga LDII.
Abdullah menegaskan, kemitraan dengan MUI menjadi pintu masuk LDII dalam membangun kolaborasi dengan berbagai organisasi kemasyarakatan Islam, pemerintah daerah, TNI dan Polri. Kontribusi tersebut diwujudkan melalui berbagai bidang, antara lain pendidikan dan pembentukan karakter, wawasan kebangsaan dan kerukunan, pemberdayaan UMKM dan ekonomi syariah, sosial kemasyarakatan dan lingkungan, teknologi informasi, serta ketahanan pangan dan pariwisata.
Seluruh program tersebut, kata Abdullah, diarahkan untuk bersinergi dengan prioritas pembangunan daerah, khususnya dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia. Dengan demikian, LDII diharapkan dapat mengambil peran lebih besar dalam mendukung terwujudnya NTB Makmur Mendunia melalui pembinaan mental spiritual dan kegiatan sosial yang membawa nilai Islam sebagai rahmatan lil alamin.
Menurut Abdullah, NTB memiliki potensi besar, terutama sektor pariwisata dan keberadaan Sirkuit Mandalika. Namun, di balik potensi tersebut masih terdapat tantangan pembangunan seperti peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), kemiskinan dan stunting. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan LDII NTB berupaya menyelaraskan delapan bidang pengabdiannya dengan kebutuhan pembangunan daerah.
Untuk memperkuat sinergi tersebut, LDII NTB menghadirkan Kepala Bappeda Provinsi NTB dalam sesi pembekalan Muswil. Langkah ini dilakukan untuk memahami arah dan kebijakan pembangunan daerah sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih konkret dalam mendukung visi NTB Makmur Mendunia.
Muswil VIII LDII NTB menjadi momentum evaluasi perjalanan organisasi sekaligus regenerasi kepemimpinan dan perumusan program kerja ke depan. Forum ini diharapkan menghasilkan langkah strategis yang mampu memperkuat peran LDII dalam bidang keagamaan, pendidikan, sosial, ekonomi, pembinaan generasi muda, serta pembangunan sumber daya manusia.
Melalui semangat kolaborasi dan sinergi bersama, LDII NTB menegaskan komitmennya untuk terus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah, menuju NTB yang makmur, profesional, religius, berdaya saing dan mendunia. (Editor: Abdul Syukur, ST)








