Oleh: Abdul Syukur, ST (Sekretaris 1 DPC PKB Kota Bima)
Lensa Pos NTB, OPINI – Ada kemenangan yang lahir dari kerja keras, ada keberhasilan yang tumbuh dari ketekunan, dan ada kepercayaan yang tidak mungkin dibeli dengan apa pun. Ketika 173.144 suara masyarakat Pulau Sumbawa mengantarkan seorang perempuan ke Senayan, sesungguhnya yang sedang kita bicarakan bukan hanya tentang kemenangan seorang politisi, tetapi tentang sebuah kepercayaan besar yang diberikan rakyat kepada seorang perempuan tangguh bernama Hj. Mahdalena, S.S., M.M. Angka itu adalah bukti bahwa masyarakat melihat harapan pada sosok perempuan yang berani mengambil tanggung jawab di panggung politik nasional.
Politik sering kali diukur dengan angka, kursi dan kemenangan. Namun di balik semua itu, ada sisi lain yang jauh lebih penting: kepercayaan rakyat. Menjadi perempuan di dunia politik tentu bukan perkara mudah. Ada banyak tantangan, pandangan skeptis, bahkan persaingan yang tidak ringan. Karena itu, keberhasilan Hj. Mahdalena menembus Senayan bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga memberikan pesan kuat kepada perempuan Bima, Dompu, Sumbawa, Sumbawa Barat dan seluruh Pulau Sumbawa bahwa perempuan juga mampu berdiri tegak, mengambil keputusan dan memperjuangkan kepentingan masyarakat di tingkat nasional.
173.144 suara bukan sekadar angka, melainkan amanah. Setiap suara membawa harapan agar perjuangan di Senayan benar-benar dirasakan masyarakat di daerah. Harapan itu mencakup pembangunan, pendidikan, kesehatan, infrastruktur, pertanian, peternakan, kelautan, UMKM, lapangan kerja serta masa depan generasi muda. Karena itu, tantangan Hj. Mahdalena ke depan adalah bagaimana menerjemahkan kepercayaan tersebut menjadi kerja nyata. Sebagai bagian dari keluarga besar PKB, kita tentu berharap kehadiran beliau semakin memperkuat perjuangan politik yang berpihak kepada masyarakat dan daerah.
Pulau Sumbawa memiliki harapan besar terhadap wakilnya di DPR RI. Bukan hanya untuk membawa aspirasi lima daerah di Dapil NTB I, tetapi juga menjadi jembatan yang memperkuat hubungan antara masyarakat dan pemerintah pusat. Kedekatan dengan rakyat harus tetap dijaga, karena dari sanalah suara perjuangan itu berasal. Kritik harus didengar, aspirasi harus diperjuangkan, dan masyarakat harus tetap merasakan kehadiran wakilnya, bukan hanya ketika musim politik tiba.
Pada akhirnya, Hj. Mahdalena adalah perempuan tangguh dan harapan baru Pulau Sumbawa. Perjalanan menuju Senayan telah membuktikan bahwa kepercayaan rakyat dapat mengantarkan seorang perempuan untuk berdiri di panggung politik nasional. Kini, rakyat menunggu karya dan perjuangannya. Semoga tetap rendah hati ketika berada di puncak, tetap dekat dengan masyarakat ketika memiliki kekuasaan, dan tetap berani menyuarakan kepentingan daerah. Sebab kemenangan sejati bukan hanya ketika berhasil mendapatkan kursi, tetapi ketika kursi tersebut mampu menjadi jalan untuk menghadirkan manfaat bagi rakyat. (*)








