Kota Bima, Lensa Pos NTB – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 M berlangsung meriah dan penuh nuansa religius di Kota Bima, Senin malam (14/9/2026). Sekitar 500 undangan dari Paguyuban Lamongan dan Jawa Timuran hadir dalam kegiatan yang diprakarsai H. Supratikno tersebut.

Kegiatan yang berlangsung di kediaman H. Supratikno, RT 16/RW 06 BTN Sarata, Kota Bima, mengusung tema “Meneladani Akhlak Rasulullah sebagai Bekal Pribadi yang Unggul.” Tema ini menjadi pesan penting bagi seluruh jamaah agar momentum Maulid Nabi tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi sarana memperkuat keimanan sekaligus menumbuhkan semangat meneladani akhlak Rasulullah SAW.

Rangkaian acara dimulai pukul 19.30 Wita, ba’da Isya hingga selesai, dengan dihadiri keluarga besar serta masyarakat dari Paguyuban Lamongan dan Jawa Timuran. Antusiasme sekitar 500 undangan membuat suasana Maulid semakin semarak, sekaligus memperlihatkan kuatnya ikatan persaudaraan dan kebersamaan di tengah masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, Ust. Zainuddin, S.Pd.I hadir sebagai penceramah. Tausiah yang disampaikan mengajak jamaah untuk mengenal dan meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam hubungan dengan Allah SWT maupun dalam membangun hubungan sosial dengan sesama.
Momentum Maulid Nabi juga dimanfaatkan sebagai ajang mempererat silaturahmi dan persaudaraan antarwarga Lamongan, Jawa Timuran yang berada di Kota Bima. Kebersamaan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kekompakan paguyuban sekaligus memperkuat kontribusi masyarakat dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.
H. Supratikno selaku pihak yang memprakarsai kegiatan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh undangan yang telah hadir dan ikut menyukseskan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M. Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat serta semakin mempererat persaudaraan dan kepedulian antarsesama.
Melalui peringatan Maulid Nabi ini, semangat meneladani akhlak Rasulullah SAW sebagai bekal membangun pribadi yang unggul diharapkan terus tumbuh dalam kehidupan sehari-hari. Kemeriahan acara bukan hanya menjadi simbol kebersamaan, tetapi juga menjadi momentum untuk membawa nilai-nilai keteladanan Rasulullah dalam keluarga, lingkungan dan masyarakat. (Editor: Abdul Syukur, ST)








