“Mengasuh dengan Bahagia” Karya Perdana Yuliana Setia Rahayu Diluncurkan

Lensa Pos NTB – Kata orang, menulis itu mudah. Namun faktanya tidak semua orang mampu menjadi penulis. Apalagi bisa terbit dalam sebuah buku.

Banyak pula orang bermimpi menulis buku. Ada yang berhasil mewujudkan impinannya. Namun tidak sedikit yang yang hanya sebatas mimpi. Bingung. Seabrek pertanyaan muncul dalam benaknya. Saya harus memulainya dari mana? Tentang apa? Apa judulnya? Berapa halaman? Bagaimana caranya? Berapa biaya untuk menerbitkan sebuah buku? Siapa yang akan menerbitkan buku saya? Setelah terbit mau dibawa ke mana? Adakah orang yang mau membaca buku yang saya tulis? dan sejumlah pertanyaan kebingungan lainnya.

Yuliana Setia Rahayu termasuk salah satu yang berhasil mewujudkan impian itu. Buku perdananya telah terbit. Judulnya singkat “Mengasuh dengan Bahagia”. Buku ini mengisahkan pengalaman pribadinya sebagai seorang ibu dalam mengasuh keempat anaknya. Kebahagiaan terpancar dari raut wajah Yuliana atas penerbitan karya perdananya itu.

Launching karya perdana Yuliana berlangsung di aula BPKAD Dompu pada Sabtu (20/12/2025). Rencana awal peluncuran buku itu di Taman Ramah Anak (TAMARA) samping Kantor Perpajakan. Namun karena terjadi sedikit miskomunikasi sehingga tidak bisa dilaksanakan. Akhirnya disepakati di Lapangan Beringin. Namun karena hujan mengguyur sejak pagi, rencana itupun diurungkan. Berkat komunikasi dengan Kepala BPKAD Muhammad Syahroni akhirnya acara peluncuran buku sukses terlaksana.

Ketua DPRD Dompu, Muttakun di tengah kesibukannya menyempatkan hadir dalam acara launching ini. Dosen sekaligus penulis, La Ndolo Conari jauh-jauh dari Kota Bima turut menghadiri acara peluncuran buku ini. Tidak terkecuali dosen STKIP YAPIS Dompu, Ilyas Yasin juga hadir. Menurut Kak Yuli (sapaan Yuliana Setia Rahayu), Ilyas Yasin adalah ‘provokator’ yang terus mendorongnya untuk menerbitkan buku perdan ini.

Tampak hadir juga para tokoh yang tergabung dalam Komunitas Jejak Literasi (KJL). Antara lain penulis buku Sekitar Kerajaan Dompu Hj. Nurhaidah, Suherman Ahmad, Ketua IGI Dompu Ida Faridah, Teguh Wirasakti (Ketua KJL), Teti Maheba) dan sejumlah mahasiswa.

Tak ketinggalan sang suami, Fitratul Ramadhan meluangkan waktu untuk membersamai dalam acara peluncuran buku perdana ini.

“Suami saya telah men-suport sekaligus memberikan donasi untuk penerbitan buku ini,” ucap Yuliana dengan terharu pada acara tersebut sebagai tanda berterima kasih.

Buku “Mengasuh dengan Bahagia” ini berisi kumpulan tulisan Yuliana Setia Rahayu di beranda facebooknya. Fahrudin Ahmad dkk dari Narasi Kita Publishing (NKP) mendesain sedemikian rupa sehingga kumpulan tulisan itu layak diterbitkan dalam sebuah buku.
Fahrudin dkk pula yang menggagas pelaksanaan launching buku tersebut.

Menurut Fahrudin, sesuatu yang didasari niat dan tekad bulat pasti akan membuahkan hasil. Termasuk dalam usaha menerbitkan buku “Mengasuh dengan Bahagia” ini. Kerja keras, teliti dan komunikasi yang intens menjadi kata kunci terbitnya buku tersebut.

Keberadaan NKP sangat istimewa di mata Yuliana. Tanpa NKP, keinginannya untuk menerbitkan sebuah buku masih di alam khayal. NKP telah mewujudkan impiannya. Buku perdananya telah terbit.

Kegemarannya membaca berbagai buku dan menulis catatan harian sejak kecil mendorong batinnya untuk menjadi seorang penulis. Setelah berumah tangga, media sosial menjadi tempat ia menuangkan segala sesuatu yang berada dalam pikirannya dan suka duka yang dialaminya selama mengasuh 4 buah hatinya.

Pada 2024 lalu, Yuliana juga sempat mengikuti kontestasi Pemilu sebagai Calon Anggota DPRD Provinsi NTB. Namun qadarullah belum menentukan kemenangan baginya. Hal itu sempat membuat jiwanya terguncang.
Persahabatannya dengan Ilyas Yasin, seorang dosen dan penulis produktif membangkitkan jiwanya. Ilyas memprovokasi dirinya untuk menerbitkan sebuah buku.

Menurut Ilyas, hidup akan bernilai jika bisa memberikan manfaat bagi orang banyak.
Pengabdian menjadi seorang legislator hanya 5 tahun. Sedangkan sebuah buku akan bisa dimanfaatkan orang selamanya. Menjadi warisan bagi generasi-generasi berikutnya.

“Kalau Kak Yuli menulis buku, saya rasa bukan hanya 5 tahun, tapi bisa menjadi legasi selamanya bagi siapapun,” ungkap Ilyas mengemukakan alasannya memprovokasi Yuliana.

Ilyas kemudian mengulas secara umum tentang pengaruh tulisan terhadap kesehatan jiwa. Disebutnya berdasarkan data terbaru dari Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu terdapat 887 orang yang menjadi ODGJ (Orang Dalam Gangguan Jiwa) dan didominasi kaum pria. Hal ini menunjukkan banyak orang mengalami gangguan mental karena berbagai sebab.

Apa kaitan ODGJ dengan dunia literasi?
Menurut penulis yang humoris ini, orang terbiasa menulis, pikirannya akan sehat. Sebab beban-beban yang berkecamuk dalam pikirannya telah dituangkan dalam sebuah tulisan.

Ketua IGI Dompu, Ida Faridah mengungkapkan menulis bukan sekadar memindahkan isi kepala ke kertas. Menulis adalah cara merawat pikiran, menumbuhkan literasi, dan membangun peradaban.

“Mari kita terus menulis menuangkan ide dan isi pemikiran pada hal-hal yang baik untuk berbagi kepada orang lain,” ajaknya.

Dukungan morel dan materiel dari sang suami, Fitratul Ramadhan sangat menentukan di balik penerbitan buku perdana ini. Sang suami yang kesehariannya sebagai Direktur RSUD Dompu ini mengaku sangat mendukung langkah istrinya dalam menulis.

“Istri saya hobi menulis, makanya saya tidak melarang dia menulis,” ungkap Dokter Fit, sapaan familiarnya.

Ketua DPRD Dompu, Muttakun pada momen itu mendorong generasi muda Dompu untuk menulis berbagai hal positif. Termasuk memberikan masukan konstruktif kepada pemerintah terkait pelaksanaan pembangunan dan program-program pemberdayaan kepada masyarakat. (emo).

Pos terkait

banner 468x60