SDN 19 Rabangodu Utara Gelar Pelatihan Guru untuk Penguatan Pembelajaran Inklusif

Kota Bima, Lensa Pos NTB – SDN 19 Rabangodu Utara Kota Bima menggelar Pelatihan Guru untuk Peningkatan Kemampuan dalam Pembelajaran dan Penanganan Siswa Inklusif di Sekolah Umum Tahun 2025. Kegiatan ini dilaksanakan selama empat hari, mulai 7 Januari 2026, sebagai upaya meningkatkan mutu pendidikan yang lebih inklusif, merata, dan berkeadilan.

Pelatihan ini menjadi langkah strategis sekolah dalam meningkatkan kompetensi guru menghadapi keberagaman kemampuan siswa di dalam kelas. Fokus utama kegiatan diarahkan pada penguatan metode pembelajaran yang adaptif serta penanganan siswa berkebutuhan khusus di lingkungan sekolah umum.

Acara pembukaan dibuka langsung oleh Kepala SDN 19 Rabangodu Utara, Gufran, S.Pd.I. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa guru harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman serta memiliki kemampuan dalam melayani seluruh kebutuhan peserta didik tanpa membeda-bedakan kemampuan siswa.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota Bima yang diwakili oleh Sekretaris Dinas, Muhammad Humaidin, M.Pd. Kehadiran pihak dinas menjadi bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas pendidikan, khususnya dalam penerapan pendidikan inklusif di sekolah dasar.

Selain itu, Pengawas Pembina, Suaedy, S.Pd., turut hadir memberikan arahan dan motivasi kepada para peserta pelatihan. Ia menekankan pentingnya peran guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang ramah, adil, serta mampu mengakomodasi seluruh kebutuhan peserta didik.

Pelatihan ini menghadirkan narasumber-narasumber berkompeten dari Kota Bima yang memiliki keahlian di bidang pendidikan inklusif dan pengembangan profesional guru. Para narasumber membawakan materi strategi pembelajaran diferensiasi, pendekatan psikologis siswa, hingga teknik penanganan siswa berkebutuhan khusus di kelas.

Para peserta pelatihan yang terdiri dari guru SDN 19 Rabangodu Utara mengikuti kegiatan dengan antusias. Mereka aktif berdiskusi, berbagi pengalaman, serta melakukan praktik pembelajaran yang lebih inklusif dan efektif di dalam kelas. Melalui kegiatan ini, sekolah berharap dapat mencetak pendidik yang profesional, adaptif, dan berkarakter dalam mewujudkan pendidikan yang lebih berkualitas. (Tim/ Adv)

Pos terkait

banner 468x60