Dandim 1608/ Bima Paparkan Peran Strategis TNI Dalam Dialog Kebangsaan Mukerda X DPD Wahdah Islamiyah

Lensa Pos NTB, Kota Bima – Komandan Kodim (Dandim) 1608/Bima Letkol Arh. Samuel Asdianto Limbongan, S.I.Kom., M.Sc. menegaskan peran strategis Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam menjaga kedaulatan negara, keutuhan wilayah, serta stabilitas keamanan nasional dan daerah.

Hal tersebut disampaikan Dandim 1608/Bima saat menjadi narasumber dalam dialog terbuka pada Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) X DPD Wahdah Islamiyah Kota Bima, yang digelar di Aula Pemerintah Kota Bima, Minggu pagi (18/1/2026).

Dalam pemaparannya, Letkol Samuel menjelaskan bahwa tugas dan fungsi TNI berlandaskan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI, serta Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025 tentang Perubahan atas UU Nomor 34 Tahun 2004. Regulasi tersebut menegaskan kedudukan TNI di bawah Presiden sebagai alat pertahanan negara, termasuk pelaksanaan Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

“Tugas pokok TNI adalah menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah NKRI, serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari berbagai bentuk ancaman, baik militer maupun nonmiliter,” tegas Dandim.

Ia menambahkan, dalam implementasi di lapangan, TNI secara konsisten melaksanakan patroli dan pengamanan wilayah teritorial, bersinergi dengan Polri, serta mengoptimalkan peran Babinsa dalam deteksi dini dan cegah dini terhadap potensi gangguan keamanan. TNI juga berperan aktif dalam pengamanan objek vital nasional dan daerah, serta mendukung penanggulangan bencana alam.

Lebih lanjut, Dandim 1608/Bima menekankan pentingnya kemanunggalan TNI dengan rakyat sebagai fondasi utama keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hal tersebut diwujudkan melalui pembinaan teritorial, komunikasi sosial yang intensif, serta kehadiran Babinsa di tengah masyarakat.

“TNI tidak dapat dipisahkan dari rakyat. Kekuatan utama TNI terletak pada dukungan dan kepercayaan masyarakat,” ujarnya.
Dalam forum Mukerda tersebut, Letkol Samuel juga menyoroti peran TNI sebagai perekat persatuan bangsa di tengah keberagaman suku, agama, ras, dan golongan. Dengan pendekatan persuasif dan humanis, TNI berupaya menjaga keharmonisan sosial serta mencegah terjadinya konflik di tengah masyarakat.

Selain itu, TNI terus mendorong stabilitas keamanan wilayah sebagai prasyarat utama pembangunan. Sinergi dengan pemerintah daerah, Polri, dan tokoh masyarakat dilakukan melalui patroli gabungan, koordinasi lintas sektor, serta pengawalan kegiatan pemerintahan dan pembangunan di daerah.

Pada kesempatan tersebut, Dandim 1608/Bima juga menekankan pentingnya penanaman nilai-nilai kebangsaan dan wawasan nusantara, khususnya kepada generasi muda, melalui kegiatan bela negara, sosialisasi Pancasila, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika, serta upaya menangkal paham radikalisme dan intoleransi.

Mukerda X DPD Wahdah Islamiyah Kota Bima ini diharapkan dapat menghasilkan program kerja yang konstruktif sekaligus memperkuat sinergi antara organisasi kemasyarakatan, TNI, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan, persatuan, serta mendukung pembangunan berkelanjutan di Kota Bima. (SUKUR)

Pos terkait

banner 468x60