Lensa Pos NTB, Mataram – Fakultas Kedokteran Universitas Mataram bekerja sama dengan Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Nusa Tenggara Barat menggelar kegiatan skrining kesehatan dan pemeriksaan status gula darah di Kantor DPW LDII NTB, Jalan Swadaya II No. 1 Kekalik, Kota Mataram, Senin (16/2/2026).
Kegiatan ini menyasar para pengurus LDII NTB, yang mayoritas telah memasuki usia di atas 50 tahun bahkan lanjut usia (lansia). Pemeriksaan meliputi pengecekan tekanan darah, kadar gula darah, serta konsultasi medis langsung bersama tim dari Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Unram.
Koordinator Biro Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Keluarga DPW LDII NTB yang juga Dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Unram, Dr. dr. Hj. Fathul Djannah, menjelaskan bahwa kerja sama ini dilandasi beberapa pertimbangan penting.
Menurutnya, kegiatan tersebut selain menjadi bentuk pengabdian kepada masyarakat, juga bagian dari dukungan terhadap program pemerintah pusat, khususnya Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, terkait program cek kesehatan gratis.
“Sebagian besar pengurus LDII sudah berusia di atas 50 tahun bahkan lansia. Dengan aktivitas organisasi yang sangat padat, tentu kondisi kesehatan perlu dipantau secara berkala. Pemeriksaan seperti ini penting agar mereka tetap sehat dan dapat menjalankan tugas serta kewajibannya dalam melayani umat, khususnya warga LDII,” jelasnya.
Ia menambahkan, deteksi dini melalui skrining kesehatan sangat efektif untuk mencegah komplikasi penyakit tidak menular seperti diabetes dan hipertensi. Dengan pemeriksaan rutin, potensi gangguan kesehatan bisa diketahui lebih awal sehingga penanganannya lebih cepat dan tepat.
Pengurus DPW LDII NTB menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap kerja sama serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan, mengingat kesehatan para pengurus menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran aktivitas pembinaan dan pelayanan keagamaan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran akan pentingnya pola hidup sehat dan pemeriksaan berkala semakin meningkat, sehingga para pengurus dapat tetap aktif, produktif, dan optimal dalam menjalankan amanah organisasi. (TIM)






