Kota Bima, Lensa Pos NTB — Sebanyak 100 peserta yang terdiri dari tim Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dan ketua kelompok tani se-Kecamatan Raba mengikuti kegiatan sosialisasi pengumpulan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang digelar Baznas Kota Bima, Selasa (7/4/2026), di Rumah Sehat Baznas Kota Bima.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program evaluasi, sosialisasi, dan optimalisasi pengumpulan ZIS tahun 2026, dengan fokus pada peningkatan peran UPZ serta kesadaran masyarakat, khususnya di sektor pertanian.
Peserta yang hadir terdiri dari sekitar 50 ketua kelompok tani serta pengurus UPZ masjid dan musholla. Mereka dibekali pemahaman teknis dan substantif terkait pengelolaan zakat secara profesional dan akuntabel.
Wakil Ketua Baznas Kota Bima Bidang Pengumpulan, Mahfud, S.Pd.I dalam materinya menjelaskan bahwa UPZ memiliki peran strategis dalam menghimpun zakat mal, termasuk zakat pertanian dan perkebunan, serta zakat infak dan sedekah.
“UPZ tidak hanya bertugas mengumpulkan, tetapi juga harus aktif melakukan sosialisasi dan edukasi agar masyarakat memahami kewajiban berzakat,” jelasnya.
Mahfud juga menekankan pentingnya keterlibatan kelompok tani dalam kegiatan ini. Menurutnya, sektor pertanian memiliki keterkaitan langsung dengan zakat, sehingga perlu adanya kolaborasi yang kuat antara UPZ dan para petani.
“Pentingnya kelompok tani diundang karena ada korelasi langsung dengan zakat. Ketika pemilik sawah mengelola dan mengairi lahannya dengan baik, hasil panen bisa maksimal, dan dari situlah kewajiban zakat pertanian dapat ditunaikan,” ujarnya.
Ia menambahkan, sosialisasi ini tidak hanya sebatas penyampaian materi, tetapi juga menjadi upaya membangun kesadaran kolektif masyarakat tentang pentingnya zakat sebagai bagian dari hasil usaha.
“Ini bentuk kolaborasi. Kita tidak hanya bicara zakat, tapi juga mendorong produktivitas pertanian agar hasilnya maksimal dan berdampak pada peningkatan zakat,” tambahnya.
Selain itu, Mahfud juga menekankan pentingnya pencatatan setiap transaksi ZIS secara tertib serta pengelolaan dana yang dilakukan secara amanah dan transparan.
“Pengelolaan zakat harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan dapat dipercaya, sehingga kepercayaan masyarakat tetap terjaga,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Baznas Kota Bima melalui Kepala Pelaksana, Rangga Iskandar Zulkarnain, S.Pd.I., M.Pd menyampaikan bahwa potensi zakat, khususnya di sektor pertanian, sangat besar dan perlu dimaksimalkan melalui peran aktif UPZ dan kelompok tani.
Ia menegaskan, sosialisasi ini penting untuk memperkuat pemahaman sekaligus mendorong peningkatan penghimpunan ZIS secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, Baznas Kota Bima berharap seluruh peserta dapat menjadi ujung tombak dalam meningkatkan penghimpunan ZIS di wilayah masing-masing, sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya zakat.
Kegiatan berlangsung lancar dan penuh antusias, serta diharapkan mampu mendorong pengelolaan zakat yang lebih optimal, profesional, dan berdampak luas bagi kesejahteraan masyarakat. (LP.NTB-01)






