Kota Bima, Lensa Pos NTB — Di tengah gegap gempita Festival Rimpu Mantika 2026, SMPN 1 Kota Bima tampil mencuri perhatian. Bukan sekadar ikut meramaikan, sekolah ini justru tampil dominan sebagai peserta terbanyak dengan jumlah mencapai sekitar 1.000 orang.
Ribuan siswa, guru, dan tenaga kependidikan SMPN 1 Kota Bima turun langsung ke jalan, menyatu dalam lautan rimpu yang membanjiri rute pawai dari Paruga Nae Convention Hall hingga Lapangan Serasuba, Sabtu (25/4/2026).
Dipimpin langsung oleh Kepala SMPN 1 Kota Bima, Abdi, S.Pd., barisan panjang peserta dari sekolah ini tampil kompak, rapi, dan penuh semangat. Kehadiran mereka menjadi salah satu kekuatan utama yang menyemarakkan pawai, bahkan disebut-sebut sebagai rombongan paling besar di antara peserta lainnya.
Tak hanya soal jumlah, energi yang ditampilkan juga mencerminkan semangat generasi muda dalam menjaga identitas budaya. Dengan balutan rimpu khas Bima, para siswa berjalan penuh percaya diri, menunjukkan bahwa tradisi bukan sekadar warisan, tetapi juga kebanggaan.
Partisipasi masif ini sekaligus menjadi bukti bahwa dunia pendidikan memiliki peran strategis dalam menjaga keberlangsungan budaya daerah. SMPN 1 Kota Bima tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi tampil sebagai motor penggerak yang menghidupkan suasana festival.“Kami ingin siswa merasakan langsung bahwa budaya adalah bagian dari jati diri. Ini bukan hanya pawai, tapi pembelajaran nyata,” ujar Abdi.
Di tengah puluhan ribu peserta yang memadati jalan protokol Kota Bima, kehadiran sekitar 1.000 peserta dari SMPN 1 menjadi penanda kuat bahwa generasi muda masih berdiri di garda depan pelestarian budaya. Penampilan SMPN 1 Kota Bima ini sekaligus mengirim pesan tegas: Rimpu bukan hanya milik masa lalu, tetapi terus hidup dan dijaga oleh generasi hari ini—dengan langkah besar, kompak, dan penuh kebanggaan. (Tim Lensa Pos NTB)






