Kota Bima, Lensa Pos NTB – Pemerintah Kota Bima melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Raya Amahami, Sabtu (4/7/2026).
Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan peluncuran Program SAMA RASA (Sahabat Masyarakat untuk Harga Stabil dan Sejahtera) sebagai upaya menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bahan kebutuhan pokok bagi masyarakat.
Sidak dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Hj. Indah Damayanti Putri, S.E., M.IP, didampingi Wakil Wali Kota Bima, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala Bank Indonesia Provinsi NTB, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB, jajaran TPID Provinsi dan Kota Bima, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
Dalam kegiatan tersebut, rombongan meninjau langsung kondisi pasar, berdialog dengan para pedagang, serta memantau perkembangan harga berbagai komoditas strategis seperti beras, cabai, bawang, minyak goreng, gula pasir, telur, hingga kebutuhan pokok lainnya.
Usai melakukan pemantauan, Wakil Gubernur NTB, Hj. Indah Damayanti Putri, menyampaikan bahwa kondisi ketersediaan bahan pokok di Kota Bima masih dalam keadaan aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Selain itu, hasil pemantauan juga menunjukkan bahwa harga berbagai komoditas strategis relatif stabil dan belum ditemukan adanya lonjakan harga yang signifikan.”Alhamdulillah, berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, stok kebutuhan pokok di Kota Bima masih aman. Harga-harga juga relatif stabil sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan bahan pangan,” ujar Wakil Gubernur.
Peluncuran Program SAMA RASA (Sahabat Masyarakat untuk Harga Stabil dan Sejahtera) menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi NTB bersama Pemerintah Kota Bima dalam memperkuat pengendalian inflasi daerah melalui sinergi antarinstansi, pemantauan harga secara berkala, serta menjaga kelancaran distribusi bahan pokok.
Pemerintah berharap program tersebut mampu memperkuat stabilitas harga di pasar, menjaga daya beli masyarakat, sekaligus memberikan kepastian bagi pedagang maupun konsumen dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, BPS, TPID, dan seluruh pemangku kepentingan, diharapkan pengendalian inflasi di Kota Bima dapat terus terjaga sehingga pertumbuhan ekonomi daerah tetap stabil dan kesejahteraan masyarakat semakin meningkat. (Tim)






