Kepala BPJS Kesehatan Bima Paparkan Strategi, Tekan Tunggakan Mandiri dan Tingkatkan Layanan JKN di Podcast Lensa Pos NTB

Lensa Pos NTB, Bima – Lensa Pos NTB Channel kembali hadir dengan podcast wawancara eksklusif bersama Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bima, I Gusti Ngurah Arie Mayanugraha, ST, AAAK, pada Jum’at (5/12/2025) pukul 10.30 WITA bertempat di kantor BPJS Kesehatan Cabang Bima. Wawancara dipandu langsung oleh jurnalis Abdul Sukur, ST, membahas berbagai isu strategis terkait program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), layanan digital, kepesertaan, hingga kolaborasi lintas lembaga.

Di awal perbincangan, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bima menyampaikan kondisi pelayanan BPJS hingga akhir tahun 2025. Menurutnya, pelayanan kesehatan bagi masyarakat terus menunjukkan perkembangan positif seiring meningkatnya akses dan kualitas layanan di fasilitas kesehatan.

“Fokus kami tahun 2025 adalah memastikan pelayanan lebih cepat, mudah dan ramah. Pelayanan administrasi dan akses ke fasilitas kesehatan kami intensifkan agar masyarakat mendapat kepuasan layanan,” ungkap Arie.

Dalam dialog tersebut, Arie menegaskan bahwa program JKN tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan pemerintah daerah. BPJS Kesehatan Cabang Bima terus memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kota Bima dan Pemerintah Kabupaten Bima, terutama dalam hal perluasan kepesertaan dan integrasi layanan bagi masyarakat kurang mampu.

Salah satu isu yang ikut dibahas adalah tingginya tunggakan iuran peserta mandiri. Kondisi ini kerap berdampak pada status kepesertaan dan akses layanan kesehatan.

“Kami terus mendorong edukasi kepada peserta mandiri agar rutin membayar iuran. Ini bentuk gotong royong untuk menjaga keberlanjutan layanan JKN,” tegas Arie dalam podcast tersebut.

Transformasi digital menjadi fokus inovasi layanan BPJS Kesehatan. Melalui Mobile JKN, peserta dapat mengakses berbagai fitur tanpa harus datang ke kantor BPJS.

Fitur penting yang dapat digunakan masyarakat antara lain: pengurusan administrasi kepesertaan, pemilihan faskes, antrean online, hingga pengecekan riwayat pelayanan.

Menariknya, BPJS Bima juga tengah menyiapkan pola kerja sama sektor layanan kesehatan jamaah haji. Jika sebelumnya BPJS bermitra dengan Kementerian Agama, kini sinergi diarahkan ke Kementerian Haji dan Umroh sebagai bagian transformasi kelembagaan.

“Kami mempersiapkan dukungan kesehatan jamaah haji 2026, mulai dari screening kesehatan, edukasi kesehatan hingga pendampingan proses keberangkatan,” jelasnya.

Podcast ini menjadi ruang informasi publik yang penting dalam memperkuat pemahaman masyarakat tentang sistem JKN dan pelayanan kesehatan. Lensa Pos NTB Channel mengapresiasi keterbukaan BPJS Kesehatan Bima dalam memberikan penjelasan yang lengkap dan solutif. (RED.01)

Pos terkait

banner 468x60