PAD Kabupaten Bima 2025 Melonjak, Retribusi Jadi Penopang Utama


Lensa Pos NTB, Bima – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bima Tahun Anggaran 2025 mencatat capaian positif dan menggembirakan. Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (BAPPENDA) Kabupaten Bima berhasil merealisasikan PAD sebesar Rp 191,8 miliar atau 87,13 persen dari target Rp 220,1 miliar.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BAPPENDA Kabupaten Bima, Agus Salim, S.IP., M.Si, Kamis (15/1), menjelaskan bahwa capaian tersebut ditopang kuat oleh sektor retribusi daerah. Dari target Rp 155 miliar, realisasi mencapai Rp 142,9 miliar atau 92,19 persen, menjadikannya kontributor terbesar PAD tahun 2025.

Kinerja positif juga ditunjukkan oleh hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, dengan realisasi Rp 8,44 miliar atau 111,68 persen dari target Rp 7,56 miliar, melampaui target yang ditetapkan.

Sementara itu, pajak daerah yang menjadi kewenangan langsung Bappenda ditargetkan Rp 42,58 miliar dan terealisasi Rp 35,78 miliar atau 85,03 persen. Capaian ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pada 2024, realisasi pajak daerah hanya 57,70 persen, sedangkan pada 2023 sebesar 69,16 persen.

Menurut Agus Salim, peningkatan tersebut merupakan hasil konsistensi Bappenda dalam melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi pajak, sekaligus meningkatnya kesadaran dan kepatuhan wajib pajak.

Meski demikian, sejumlah tantangan masih dihadapi, seperti keterbatasan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia serta penerapan sistem self assessment yang berpotensi menimbulkan kurangnya transparansi pelaporan pajak.

Ke depan, Bappenda akan memperkuat digitalisasi sistem perpajakan, pemutakhiran data potensi pajak, peningkatan pengawasan, serta sosialisasi kepada masyarakat. Dengan sinergi pemerintah daerah dan masyarakat, peningkatan PAD diharapkan menjadi fondasi kuat bagi pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bima. (TIM)

Pos terkait

banner 468x60