Kota Bima, Lensa Pos NTB – Inovasi kreatif kembali ditunjukkan oleh SDN 1 Melayu Kota Bima. Di bawah kepemimpinan kepala sekolah, Endang Mariniwati, S.Pd., sekolah ini berhasil mengolah limbah makanan dari program MBG (Makanan Bergizi Gratis) menjadi pupuk cair ramah lingkungan yang dikenal dengan nama eco enzym.
Eco enzym merupakan hasil fermentasi limbah organik berupa sisa buah-buahan segar yang dicampur dengan air dan molase atau gula aren. Proses pembuatannya memakan waktu sekitar 3 sampai 4 bulan, hingga menghasilkan cairan alami yang kaya manfaat bagi tanaman.
Menariknya, inovasi ini tidak hanya mengurangi limbah sampah di lingkungan sekolah, tetapi juga memberikan nilai tambah yang bermanfaat. Limbah makanan yang sebelumnya dibuang kini diolah menjadi pupuk cair yang dapat digunakan untuk berbagai jenis tanaman, mulai dari sayuran, buah-buahan, hingga tanaman hias.
Selain sebagai pupuk, eco enzym juga dikenal mampu membantu menangkal hama tanaman. Ciri khas lainnya, pupuk cair ini memiliki aroma segar menyerupai rujak, yang menandakan proses fermentasi berjalan dengan baik. Saat ini, eco enzym yang diproduksi oleh SDN 1 Melayu telah dimanfaatkan secara langsung untuk mendukung kebutuhan tanaman di lingkungan sekolah. Hal ini sekaligus menjadi sarana edukasi bagi siswa tentang pentingnya menjaga lingkungan dan mengelola sampah secara bijak.
Kepala SDN 1 Melayu Kota Bima, Endang Mariniwati, S.Pd., menyampaikan bahwa inovasi ini merupakan bagian dari upaya membangun kesadaran lingkungan sejak dini di kalangan siswa. “Melalui pembuatan eco enzym ini, kami ingin mengajarkan kepada siswa bahwa sampah bukanlah sesuatu yang harus dibuang begitu saja, tetapi bisa diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat. Ini juga menjadi langkah kecil kami dalam menjaga lingkungan sekolah tetap bersih dan hijau,” ujarnya.
Ia juga berharap inovasi ini dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lain untuk turut memanfaatkan limbah organik menjadi produk yang bernilai guna. Dengan adanya program ini, SDN 1 Melayu tidak hanya menciptakan lingkungan sekolah yang asri, tetapi juga menanamkan nilai kepedulian terhadap lingkungan kepada generasi muda sejak dini. (Tim Lensa Pos NTB)






